batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri mulai membangun jalan lingkar yang menghubungkan kampung Bagan ke komplek Bumi Perkemahan, Punggur sebagai jalur alternatif dari Seibeduk ke wilayah Punggur. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Laluna Artha Kencana itu nantinya juga akan membangun jembatan di samping Dam Duriangkang.

Sebelumnya jalan tersebut memang sudah ada namun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Itu karena selain belum diaspal, jalan tersebut harus melalui kawasan Dam Duriangkang sifatnya tertutup untuk umum. Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalur alternatif jika jalan utama S Parman ataupun Pangeran Diponegoro mukakuning tutup baik karena macet, banjir ataupun sedang ada aksi unjuk rasa.

Pengerjaan jalan sudah dimulai sejak sepekan belakangan ini dan targetnya akhir tahun proyek tersebut sudah rampung.

Kasi Preservasi jalan dan Jembatan Dinas PU Provinsi Kepri, Andoko yang datang ke lokasi proyek bersama rombongan Komisi III, DPRD Provinsi Kepri, Selasa (22/8) menuturkan, proyek pembangunan jalan dan jembatan itu merupakan jawaban pemerintah provinsi Kepri untuk memenuhi kebutuhan jalur alternatif di kota Batam. Untuk proyek tersebut Pemprov mengucurkan APBD Kepri tahun 2017 sebesar Rp 1,5 miliar.

“Panjangnya hampir satu kilometer dengan ROW 30 meter juga. Nanti ada pembuatan jembatan juga di samping Dam,” ujar Andoko.

Untuk jembatan memang tidak sepenuhnya dibangung sepanjang dam yang ada, namun hanya separuh saja.

“Jembatannya dibuat bagian sisi luar dam, nanti di sisi pinggir baik dari arah Bagan ataupun Punggur tetap ada penimbunan. Jembatan tak sepanjang dam itu,” ujar Andoko.

Pekerja meratakan jalan alternatif di Kampung Bagan, Seibeduk, Selasa (22/8). Jalan ini nanti tembus antara Piayu dan Punggur. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Ketua Komisi III DPRD Kepri Saproni, Se menyambut baik proyek pembangunan jalan tersebut. Dia berharap agar proyek tersebut cepat diselesaikan sehingga kebutuhan jalur alternatif baik dari arah Punggur atuapun Seibeduk secepatnya tersedia.

“Ini juga akan nyambung dengan proyek pembuatan dua jalur di jalan S Parman. Selama ini memang belum ada jalur alternatif dari Seibeduk. Satu-satunya akses keluar melalui Mukakuning. Kalau mukakuning macet atau ada aksi unjukrasa, warga cukup kewalahan untuk beraktifitas keluar. Jadi ini akan sangat membantu karena akan lebih dekat kalau ingin ke Punggur atau sebaliknya,” ujar Saproni.

Pengerjaan jalan alaternatif itu disambut baik masyarakat Seibeduk. Warga mengaku sudah sangat lama mengidamkan adanya jalur alternatif itu.

“Selama ini sudah kalau mau ke Punggur pakai mobil, harus mutar jauh ke Mukakuning. Begitu juga kalau macet atau banjir di Mukakuning, yang pakai mobil tak bisa ngapa-ngapain. Tak ada jalur lain. Makanya kami berharap agar proyek ini cepat selesai sehingga ada jalan yang dekat untuk ke Punggur,” ujar Maisah, warga kampung Bagan. (eja)

Respon Anda?

komentar