ilustrasi

batampos.co.id – Warga Perumahan Taman Mediterania Tahap II yang diwakili tokoh masyarakatnya sekaligus tim sembilan pemekaran, Armen dan Suryanto meminta usulan agar kepengurusan RW di Mediterania di mekarkan dari satu RW menjadi dua.

Pertimbangannya, saat ini jumlah warga Mediterania I dan II sudah mencapai 1800 KK lebih dengan wilayah perumahan yang luas dan terus bertambah. Selain itu, perumahan Mediterania sendiri sudah tak terhitung lagi sering jadi target sasaran tindak kejahatan di Batam.

“Ini usulan kami dari tim sembilan pemekaran RW. Kalau dikaji berdasarkan fakta dan data jumlah penduduk, sudah seharusnya RW di Perum Mediterania ini jadi dua RW, bukan satu RW,” ujar salah satu tim sembilan pemekaran RW Mediterania, Armen dan Suryanto.

Tahun lalu pihaknya sempat menawarkan pemekaran RW. Namun saat itu dari masing-masing RT belum siap untuk pemekaran.

“Sekarang kami mencoba kembali mengusulkan pemekaran. Pertimbangannya jelas. Dan satu lagi, perumahan Mediterania ini akses pintu masuknya terlalu banyak dan luas. Sehingga wajar kalau selalu menjadi sasaran tindak kejahatan seperti pencurian ataupun perampokan. Sebab aksesnya terbuka. Kalau hanya dipercayakan kepada satu RW saja, itu tak akan mampu memberikan keamanan dan kenyamanan lingkungan,” ujar Armen didampingi Suryanto.

Usulan pemekaran RW sendiri pernah ia sampaikan langsung ke Wali Kota Batam, Rudi. Saat itu Wali Kota Batam mendukung usulan memekarkan RW di Mediterania dari satu menjadi dua RW.

“Wali Kota saat itu menyarankan agar kami dari tim sembilan meminta persetujuan dari ketua RW Perum Mediterania dengan wujud tanda tangan langsung dukungan ketua RW tentang pemekaran. Tapi dari RW tak pernah mau menandatangani rencana pemekaran yang bertujuan agar lingkungan lebih aman dan lebih nyaman lagi,” trang Armen.

Ketua RW Mediterania, Kasiman sendiri, lanjut Armen pernah berjanji akan menggelar rapat ulang dengan seluruh RT Mediterania. Setelah ditunggu-tunggu ternyata tak ada realisasinya.

“Dari pihak Lurah Baloi Permai sendiri sudah mengatakan kalau ada celan untuk RW di Mediterania bisa dimekarkan. Kami tetap akan memperjuangkan pemekaran itu demi pemerataan keamanan dan pembangunan di lingkungan Perum Mediterania.

Sementara ketua RW Perum Mediterania, Kasiman menegaskan, pihaknya bukan sengaja tak mau tanda tangan pemekaran. ‘

“Maret kemarin itu, sebenarnya saya tak maju pencalonan ketua RW lagi. Karena salah satu kandidat mengundurkan diri, saya diminta oleh empat ketua RT untuk maju mencalonkan diri lagi dan terpilih. Soal pemekaran itu, bukan saya tak setuju, itu harus dikaji lebih lagi bersama DPRD dan unsur pimpinan di kelurahan, kecamatan dan Wali Kota Batam sendiri. Pemekaran itu bukan mudah, membutuhkan biaya juga dan sejumlah perangkat yang siap untuk itu. Saya lihat di Perum Mediterania belum siap untuk pemekaran RW,” ujar Kasiman. (gas)

Respon Anda?

komentar