batampos.co.id – Sebanyak empat dari 10 orang Pelaut Amerika yang hilang saat insiden kecelakaan laut kapal perang Amerika Serikat dan dengan MV Alnic MC berbendera Liberia, di timur Selat Malaka, ditemukan dalam keadaan kondisi meninggal dunia oleh tim Search And Rescue (SAR) Malaysia, Rabu (23/8) lalu.

Hal tersebut dikatakan Komandan Lantamal IV Tanjungpinag, Laksamana Pertama (Laksma) TNI RIbut Eko Suyatno, melalui Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Mayor Laut, Josdy Damopoli, berdasakan informasi yang diterima dari pihak negara tetangga Malaysia, Kamis (24/8).

”Selasa (22/8) ditemukan satu korban. Kemudian Rabu (23/8) didapati tiga korban lainnya. Mereka ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Josdy.

Dikatakan Josdy, untuk korban yang ditemukan tersebut sudah dievakuasi ke Singapura. Pihaknya pun belum mengetahui secara pasti apakah jenazah korban tersebut dipulangkan ke negaranya atau bagaimana. ”Sedangkan korban lainya masih dalam pencarian tim gabungan. Kami juga belum tahu identitas keempat jenazah itu,” kata Josdy.

Pihaknya, sambung Josdy, juga memperluas wilayah pencarian hingga perbatasan Indonesia – Singapura, di wilayah utara peraian Pulau Bintan. ”Ada kendala yaitu cuaca dan kondisi ombak serta angin laut yang selalu berubah,” ucapnya.

Dalam pencarian tersebut, terang Josdy, Lantamal IV Tanjungpinang, menurunkan beberapa unsur yakni KRI Parang-647, KRI Cucut-886 serta Helly 409. Dibantu dengan unsur Patkamla serta jajaran Pos Angkatan Laut Lagoi dan Berakit.

”Ada juga beberapa kapal kecil yang diturunkan untuk membantu pencarian korban yang belum ditemukan tersebut,” pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar