Sejumlah pekerja menyelesaikan pelebaran dan pendalaman drainase di jalan Pemuda Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Jalan tersebut menjadi langganan banjir akibat dangkalnya drainase yang tidak dapat menampung air hujan sehingga air hujan meluap ke badan jalan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dalam waktu dekat, Tanjungpinang akan memasuki musim penghujan. Pada masa-masa sedemikian, yang paling dikhawatirkan masyarakat adalah saluran air yang menyebabkan banjir sampai ke rumah-rumah dan poros-poros jalan utama.

Dari tahun ke tahun, Tanjungpinang belum bisa dikatakan bebas banjir ketika musim penghujan tiba. Sebab itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah masih menjadikan penanganan dan pencegahan banjir sebagai kerja utama.

Di antara sejumlah titik banjir ibu kota, Jalan Pemuda dan kawasan Kampung Kolam jadi perhatian utama. Kata Lis, dikarenakan dua kawasan ini termasuk kategori paling parah genangan airnya ketika musim penghujan tiba.

“Kami mengajukan kembali ke APBN. Angkanya masih sama, Rp 9 miliar untuk di Jalan Pemuda,” tutur Lis belum lama ini.

Sejak awal tahun lalu, pembongkaran dan penataan drainase di jalan ini sudah digesa. Kini sudah memasuki tahap akhir. Lis berharap, genangan air yang seringkali membludak di sana bisa tereduksi lewat proyek pembenahan ini.

Lis menambahkan, sisa dana dari proses penanganan banjir tahap dua di Jalan Pemuda, akan diarahkan untuk menangani banjir di Kampung Kolam.

Proses penanganan banjir yang berjalan ini, sambung Lis, setidaknya mengurangi jumlah titik banjir di Tanjungpinang. “Yang pasti penanganan banjir Tanjungpinang tetap terus dijalankan,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar