Kedua tersangka

batampos.co.id – Polda Kepri berhasil mengamankan dua orang jaringan pembobol Money Changer, ATM dan brankas. Mereka beraksi lintas provinsi. Dua orang yang berhasil diamankan itu yakni Za dan RT.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian menuturkan penangkapan dua orang ini hasil pengembangan dari kasus pembobolan ATM di Sumatera Utara.

“Jaringan ini pernah beraksi di Batam tahun 2013,” katanya, Jumat (25/8).

Ia mengatakan pihak kepolisian cukup lama juga melakukan pengembangan kasus ini. Lutfi mengatakan penangkapan dua orang ini, dipimpin langsung Kasubdit III Jatanras Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto.

“Tanya ke Aris untuk lengkapnya, dia udah mengikuti dalam beberapa hari ini,” ujar Lutfi.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto menuturkan dirinya selama 2 hari 3 malam melakukan pengejaran terhadap dua orang tersangka tersebut.

“Kedua-duanya kami amankan di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Aris menceritakan runutan penangkapan, dimana diamankan pertama yakni Rt di Kavling Sei Tering Blok C 1 , Batu Ampar, Kamis (24/8) lalu.

Ditenggarai Rt memiliki peranan penting membantu THS dalam menjalankan aksi pembobolan ATM Medan.

“THS DPO Polda Kepri atas kasus Money Changer di Batam (kasus pembobolan Money Changer di dekat Hotel Sarijaya, kerugian sekitar Rp 2 miliar, red). RT dan THS ini satu jaringan,” ujar Aris.

Setelah mengamankan RT, Aris mengatakan pihaknya langsung menginterogasinya.

Dari penuturan RT, polisi mendapati tempat tinggal Za di Kavling Blok E Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.

“Kami amankan Za itu dini hari tadi sekitar pukul 03.30 (25/8),” ungkap Aris.

Terkait perbuatan para tersangka ini, Aris mengatakan dari penuturan orang-orang di jaringan lintas provinsi ini, baru sekali melancarkan aksinya di Batam.

“Katanya, tapi kami akan lakukan pengembangan lebih lanjut lagi terkait hal ini,” tutur Aris.

Kasus pembobolan Money Changer di kawasan Nagoya oleh jaringan ini dilakukan 29 November 2013. Polisi saat itu berhasil mengamankan tiga orang komplotan ini berinisial Y, LT dan MT. Komplotan ini berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp 2 miliar. (ska)

 

Respon Anda?

komentar