batampos.co.id – Slamet 60, seorang pekerja bangunan di komplek Kompi C Desa Sepempang Natuna, selamat dari rencananya ingin bunuh diri di tower telepon seluler, sekitar pukul 08.00 WIB Kamis (24/8). Slamet selamat karena sampai diatas tower ini pinsan.

Sontak kejadian tersebut membuat heboh warga setempat dan prajurit di Kompi serta pekerja bangunan lain yang sedang mengerjakan proyek pembangunan.

Warga asal Kota Jepara ini nekat memanjat tower Telkomsel diduga mengalami tekanan batin dan mencoba mengakhiri hidup dengan melompat dari tower.

Slamet berhasil dievakuasi dari ketinggian 50 meter oleh tim SAR dibantu warga. Slamet terlihat lemah dan putus asa.

Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Komarudin mengatakan, Slamet diduga nekat memanjat Tower karena tidak kuat menerima tekanan dari tukang bangunan lain.

“Syukurlah korban ini masih bisa dibujuk, dibantu aparat keamanan dan masyarakat, mau turun dari Tower,” ujar Komarudin.

Menurut saksi mata, sebelum memanjat tower setinggi 50 meter tersebut. Slamet terlihat menelepon di pelabuhan Sepempang. Tak lama, korban berlari ke arah tower sambil berkata kalau dirinya stres.

Usai berteriak, pelaku melompati pagar pembatas tower Telkomsel dan menaiki tower. Namun pelaku pingsan pada saat diatas tower. Pada saat itu, salah seorang pekerja yang melihat pelaku, langsung meminta bantuan anggota Kompi C yang sedang berlatih di sekitar pelabuhan untuk melakukan pertolongan.

“Bapak itu lari-lari sambil teriak histeris saya setres. Lalu lompat pagar tower. Dibantu anggota Kompi C dan Basarnas Kabupaten Natuna langsung mengevakuasi pelaku dan saat ini korban sedang di rawat di Klinik Kompi C,” ujar Komarudin.

Hingga saat ini, belum diketahui motif dugaan pelaku melakukan percobaan bunuh diri. Namun dugaan sementara pelaku depresi akibat tidak punya uang untuk pulang kekampung halaman bersama rekan kerjanya.(arn)

Respon Anda?

komentar