Bali memang punya daya pikat yang kuat. Ratusan delegasi Angkatan Laut dari 43 negara yang tengah mengikuti “3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017” di Inaya Hotel, Kawasan Nusa Dua, Bali, ikut mengakuinya. Sejak jamuan Gala Dinner, Kamis (24/8) malam, mereka terpesona dengan suguhan budaya Bali yang ditampilkan.

Ratusan delegasi yang di dalamnya juga terdapat perwira tinggi setingkat KSAL dari 11 negara itu kagum dengan ragam budaya Bali yang disuguhkan.

Dari mulai Tari Garuda Kencana, busana yang dipakai keenam penari serta magisnya alunan musik, sukses menghipnotis selluruh anggota delegasi. Tidak sedikitpeserta delegasi bangkit dari tempat duduknya. Mereka seolah tidak ingin ketinggalan momen tersebut dan kemudian mengabadikan dengan gawainya masing-masing.

Setelah tampilan tari Garuda Wisnu Kencana, giliran penyanyi wanita yang membawakan sejumlah lagu dari daerah Sumatera Utara. Seraya dengan hal tersebut, ditampilkan video-video keindahan alam dan budaya di Sumatera Utara.

Selanjutnya bergantian lagu-lagu dari daerah lain seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan lainnya. Termasuk penyanyi Lea Simajuntak dan Dwiki Dharmawan yang turut mengisi acara.

Tidak sampai di situ, para anggota delegasi semakin terpesona kala Baleganjur Janger Dancer membawakan tari-tari tradisional Bali lainnya. Kehadiran empat Putri Pariwisata juga menambah daya tarik gala dinner tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengatakan, kegiatan IMSS kali ini adalah yang ketiga setelah sebelumnya dua kali digelar di Jakarta pada 2013 dan 2015.

IMSS jelas Ade bukan sekadar simposium yang membahas berbagai isu keamanan maritim yang menghadirkan peserta dari 54 negara yang merupakan gabungan dari anggota Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan Indian Ocean Naval Symposium), tapi juga upaya dari pihaknya mengajak para delegasi mengenal dan mengeksplorasi kultur dan warisan budaya Indonesia.

“Sebagai upaya mendukung peningkatan Pariwisata di Indonesia, maka IMSS dilaksanakan berpindah-pindah tempat di Indonesia yang kali ini di Bali. Motto kami adalah ‘This is not only a Symposium but also exploring Indonesia culture and heritage,” kata Ade Supandi.

Tidak hanya mendapat suguhan budaya Bali di dalam Gala Dinner, para delegasi juga akan diajak merasakan langsung keindahan budaya dan pariwisata Bali dalam spouse program ke berbagai tempat. Mulai dari sanggar Tari Barong, Kerajinan Perak, Pasar Seni Krisna dan Taman Safari Bali.

“Siapkan juga diri anda karena kita juga akan bersepeda keliling daerah Bali,” ujar Ade yang disambut tepuk tangan meriah delegasi.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan, dengan kehadiran ratusan delegasi dari berbagai negara tentu akan memberi dampak terhadap dunia pariwisata. Terutama membangun citra pariwisata Indonesia yang indah serta aman terhadap dunia internasional.

“Sehingga dapat mendukung promosi pariwisata Bali,” ujar Tazbir.

Selain itu, kehadiran para delegasi dari berbagai negara tersebut juga menambah angka wisatawan mancanegara, karena mereka tentunya hadir tidak sendiri. Melainkan juga ada yang turut membawa keluarga masing-masing dalam rombongannya.

“Tentu saja berdampak pada peningkatan wisman kemudian dampak langsung ekonomi, karena mereka juga belanja-belanja di Bali dan ujungnya adalah promosi Bali ke negara mereka. Mereka jadi tahu persis citra pariwisata Indonesia seperti apa,” kata Tazbir yang sebelumnya juga menjadi pembicara dalam talkshow terkait IMMS di salah satu stasiun televisi swasta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kehadiran para delegasi dan suguhan budaya Baliyang membuat mereka terpesona. Menurut Menpar, kegiatan Meeting seperti ini merpakan salah satu yang efektif dampaknya terhadap dunia pariwisata.

Bahkan pada tahun depan Bali juga akan kembali menjadi tuan rumah dari satu perhelatan besar, Annual Meeting IMF – World Bank. Diperkirakan akan ada 18.000 orang atau wisman baru yang masuk ke Bali dalam waktu bersaman.

Menpar Arief mengingatkan, momentum berharga tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena belum tentu akan berulang kembali dalam waktu yang singkat.

“Kita dorong industri untuk memiliki paket-paket untuk destinasi wisata Indonesia yang kita tawarkan kepada seluruh delegasi yang jumlahnya 15-18 ribu delegasi itu. Bali sendiri harus dieksplore. Lalu di luar Bali yang bisa ditembus dengan sekali flight, seperti Borobudur Joglosemar, Labuan Bajo NTT, dan destinasi Jakarta,” ungkapnya. (*)

 

Respon Anda?

komentar