Kepala Bea Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo (pegang mic). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Bea Cukai Batam akan berganti pimpinan. Kepala Bea Cukai (BC) Batam, Nugroho Wahyu Widodo akan digantikan pada hari Selasa (29/8) nanti.

Wahyu Nugroho selanjutnya akan ditarik ke Dirjen Bea Cukai pusat sebagai staf ahli Dirjen Bea Cukai pada bidang pengawasan dan penegakan hukum.

Sebagai gantinya, jabatan Kepala BC Batam nantinya akan dijabat oleh Susila Brata yang dulunya pernah menjabat sebagai Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam.

“Pergantian jabatan ini merupakan hal yang lumrah. Dirjen menugaskan saya untuk mengisi jabatan sebagai staf ahli bidang pengawasan dan penegakan hukum. Kebetulan pengganti posisi saya nantinya adalah orang yang sudah pernah menjabat di BC Batam, Susila Brata yang tentunya sudah kenal betul dengan kinerja dan karakter wilayah di Batam,” ujar Nugroho, Jumat (25/8).

Selama bertugas di Batam, Nugroho mengakui, Batam beda karakternya dengan wilayah lainnya di Indonesia, karena letak geografisnya yang sangat terbuka dan berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Bertugas di Batam, tantangan dan tekanannya dari luar sangat luar biasa besar dan tinggi. Jujur saya akui, sebagai kepala BC Batam, terlalu banyak pihak-pihak yang mempunyai kepentingan, misalnya dibidang ekspor maupun impor barang,” terang Nugroho.

Tantangan dan tekanan lainnya selain banyaknya pihak-pihak yang memiliki kepentingan bisnis maupun lainnya, sudah bukan rahasia umum lagi kalau di Batam, jumlah pelabuhan rakyat atau yang lebih dikenal dengan sebutan pelabuhan tikus, jumlahnya sangat banyak sekali.

“Tantangan ini juga harus disikapi dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai instansi maupun institusi seperti TNI maupun pemerintah Kota Batam sendiri. Sebab, kalau pengawasan hanya mengandalkan BC Batam, mustahil seluruh pelabuhan rakyat yang ada di Batam mampu terawasi semua kegiatannya,” kata Nugroho.

Nugroho berharap, pimpinan BC Batam yang baru nanti, mampu memecahkan tantangan kepabeanan di Batam.

“Harapan saya, pimpinan BC batam mampu menerapkan aturan secara fleksibel, tidak kaku. Sebab, banyak aturan yang mengatur tentang tugas BC seperti misalnya, kalau aturan A tak bisa dijalankan, cari aturan lainnya yang bisa dijalankan. Sebab, semua persoalan terkait kinerja BC itu bisa dikomunikasikan dan bisa dicarikan solusinya. Itulah kuncinya dalam menjalankan tugas di BC Batam. Ingat, Batam ini penduduknya terdiri dari semua suku, kompleks, hal inilah yang harus disikapi dengan kinerja yang ekstra dan membutuhkan ide.

Nugroho mencontohkan, tentang penyelundupan barang masuk ke Batam. Kalau menggunakan aturan yang kaku, barang selundupan tersebut akan langsung dimusnahkan. Namun ada cara lain yang tak terlalu merugikan negara, yakni kebijakan re ekspor.

“Kalau bisa dikembalikan lagi ke negaranya, kan bisa mengurangi kerugian negara. Itulah misalnya salah satu cara-cara kreatif untuk menyelamatkan kerugian negara,” terang Nugroho. (gas)

Respon Anda?

komentar