Ade Angga. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Gawai DPRD Tanjungpinang yang mengajukan perda inisiatif tentang zakat sudah memasuki tahap final. Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menerangkan, perda inisiatif ini sudah masuk ke program legislasi daerah dan baru saja diselesaikan tahap uji publik terhadap naskah akademik.

“Sekarang tinggal tunggu agenda untuk penyampaian ranperda inisiatif ini melalui sidang paripurna dalam waktu dekat ini,” kata Angga, kemarin.
Agenda paripurnanya, sambung Angga, perlu lekas digesa. Mengingat ranperda inisiatif ini ditargetkan bisa disahkan tahun ini. Bila tak ada halangan, akhir bulan ini akan masuk ke pembahasan Badan Musyawarah DPRD Tanjungpinang. Dengan harapan pada September mendatang bisa dicari waktu untuk pelaksanaan sidang paripurna.
Lebih lanjut Angga menegaskan, rancangan peraturan daerah tentang zakat bukan merupakan produk hukum untuk mendirikan sebuah lembaga baru yang mengelola zakat. Melainkan, justru sebagai penguat regulasi pembayaran zakat di Tanjungpinang.
“Tidak mungkin kan kami bikin Badan Zakat Pemko Tanjungpinang,” tegas Angga.
Karena itu dalam pembahasan demi pembahasan, turut dilibatkan para pengurus dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Tanjungpinang. Sehingga diharapkan tidak terjadi dualisme aturan yang saling bertabrakan. Hal ini jadi penting lantaran memang sesuai tujuannya, perda zakat digagas untuk kian memperkuat pengelolaan zakat di Tanjungpinang. Termasuk misalnya, ketika anggaran operasional Bazda terbilang terbatas, Pemerintah Kota Tanjungpinang bisa membantu lewat alokasi dari APBD.
“Kan lucu jadinya kalau perda seperti ini malah dipahami pendirian lembaga tandingan,” kata politisi muda Partai Golkar ini.
Ranperda yang merupakan inisiatif DPRD Tanjungpinang ini, sambung Angga, merupakan hasil pembahasan dan kajian atas potensi zakat yang bisa diraup tiap tahunnya. Tidak ragu Angga menyebut bahwa potensi dana yang terkumpul dari zakat cukup tinggi. Sehingga, hemat dia, perlu disusun regulasi tetap untuk mengatur pengelolaan dan penarikannya.
Angga memang tidak ingat secara rinci angka pasti potensi zakat di Tanjungpinang. Namun, bila dikonversikan dalam sebuah program pembangunan, Angga yakin bisa untuk membangun sejumlah fasilitas sosial yang bisa dinikmati bersama. “Kalau sudah terkumpul, dananya bisa untuk bangun fasilitas sosial, seperti klinik, jembatan, maupun ruang kelas baru untuk sekolah,” ujar Angga. (aya)

Respon Anda?

komentar