batampos.co.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Tanjunguban mencatat sebanyak 2.137 pelanggan PLN di Tanjunguban, merupakan penerima subsidi dengan daya 450 va dari total pelanggan sebanyak 16.367 pelanggan.

Manager Ranting PLN Tanjunguban Adi Widoyoko mengatakan, pemberian subsidi terhadap pelanggan merupakan kebijakan pemerintah pusat. Sementara PLN hanya sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.

Jadi, apabila ada pelanggan yang merasa layak mendapatkan subsidi maka, dipersilakan masyarakat mengajukannya sesuai mekanisme yang berlaku. “Ajukan melalui kelurahan dan kecamatan, nanti datanya akan kami proses ke pusat,” katanya.

Jika nanti disetujui oleh pusat, Adi mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan daya yang ada di PLN Ranting Tanjunguban, karena daya yang ada saat ini sangat surplus. PLN Ranting Tanjunguban sendiri disuplai tiga gardu induk, yakni gardu induk Tanjunguban dengan daya mampu atau terpasang sekitar 48 MW dan beban puncak 7,9 MW.

Sedangkan gardu induk Sri Bintan, dengan daya mampu sekitar 24 MW dan beban puncak 6,5 MW, dan gardu induk Ngenang dengan daya mampu sekitar 8 MW dan beban puncak 200 KW.

“Daya kita surplus, meskipun ada pemadaman itu tidak kurang karena ada pekerjaan pemeliharaan yang terjadwal, bukan karena defisit daya,” jelasnya.

Daya surplus yang ada, katanya, membuat tidak ada daftar tunggu. “Kita selalu mengupayakan zero daftar tunggu setiap hari, jadi pelanggan yang mendaftar tanpa bisa dilayani paling lama 5 hari setelah melengkapi sertifikat laik operasi,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Bintan Utara Azwar membenarkan pengajuan daya subsidi melalui pihaknya, namun tepatnya setelah adanya survei lapangan dari BPS. Ia menjelaskan, pihaknya akan mengajukan data calon pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik apabila BPS sudah memasukkan pelanggan tersebut dalam data kategori miskin. (cr21)

Respon Anda?

komentar