Pasukan Marinir beraksi.

batampos.co.id – Rabu (30/8) pagi sekitar pukul 05.30 WIB di pantai Mirota, Galang, rentetan bunyi senjata api disertai ledakan senjata TNT menggema di seluruh pantai.

Teriakan serbu dan tembakan membuat suasana pagi di pantai Mirota begitu mencekam.

Kegiatan baku tembak berlangsung begitu cepat dalam kurun waktu sekitar 10 menit.

Sebelum baku tembak terjadi, sebuah pesawat casa 212 TNI AL terlihat hilir mudik di langit pantai Mirota. Pesawat tersebut ternyata membawa pasukan terjun payung Marinir untuk melakukan penyergapan dari udara.

Begitu juga dari laut ada lima regu pasukan lainnya yang datang dengan dua kapal Sea Rider dan tiga perahu karet.

Proses penyergapan sesuai dengan rencana awal dan tepat sasaran.

Aksi baku tembak dan penyerbuan itu merupakan rangkaian Latihan Fungsi Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 Mar) untuk menghadapi situasi darurat baik itu ancaman peperangan ataupun gangguan keamanan nasional lainnya.

Komandan Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Danyontaifib-2 Mar) Letkol Marinir Rino Rianto di lokasi latihan menuturkan, latihan yang dikenal dengan sebutan Full Mission Profile (FMP) itu merupakan gabungan dari latihan rutin tahunan yang sedang mereka lakukan di Tanjungpinang dalam beberapa pekan terakhir ini.

“Latihan ini merupakan bagian dari latihan rutin kami di Tanjungpinang yang sedang berjalan,” ujarnya.

Dalam skenarionya, penyergapan penyelundup senjata api itu merupakan bentuk respon cepat dari anggota Yontaifib-2 Mar terkait adanya informasi rencana penyelundupan senjata api di Batam.

“Nah kebetulan kami lagi ada di Kepri, maka kami dipercayakan untuk jalankan operasi ini. Operasi ini sifatnya mencegah dengan melumpuhkan kelompok yang berniat selundup senjata. Penyelundupan senjata sendiri belum dilakukan. Ini sifatnya mencegah penyelundupan terjadi,” terang Letkol Mar Rino.

Simulasi tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H, M.H, M.Tr (Han), dan Komandan Pasmar-2 Mar (Danpasnar-2) Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah berserta jajarannya yang turut menyaksikan latihan tersebut. Menurut Dankormar latihan berjalan sukses dan cukup baik sebab berlangsung singkat dan tepat sasaran.

“Ini kalau dalam situasi yang sebenarnya kalian (prajurit) sudah luar biasa. Ini harus diasah terus agar lebih profesional lagi,” ujar Dankormar.

Kepada wartawan Dankormar menuturkan, latihan tersebut merupakan latihan rutin dari anggota Marinir secara umum untuk terus mengasah kemampuan prajurit Marinir untuk siap menghadapi berbagai ancaman dan gangguan keamanan nasional.

“Ini sudah tugas kami, jadi kami harus terus berlatih dan belatih. Latihan ya tidak sebatas di markas saja, tapi di luar seperti ini agar prajurit bisa kenal dan tahu situasi negara ini seperti apa,” ujarnya. (eja)

Respon Anda?

komentar