batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri berwacana untuk membuka rute penerbangan secara estafet di seluruh kabupaten/kota. Wacana tersebut disambut baik Pemerintah Kabupaten Karimun, dengan harapan dapat memaksimalkan Bandara Sei Bati Tebing.

“Kita menyambut baik wacana tersebut. Agar Karimun bisa lebih dikenal, dengan adanya penambahan penerbangan secara estafet nanti,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Karimun Fajar Horison, Selasa (29/8).

Dikatakannya, rute penerbangan secara estafet diwacanakan mulai dari Tanjungpinang, Pekanbaru dan kota lainnya, sehingga akan berdampak langsung terhadap perekonomian. Mengingat tujuan ke Tanjungpinang maupun Pekanbaru selanjutnya bisa melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan Medan.

“Kita sudah membuat penawaran ke salah satu maspakai penerbangan. Kalau saya sih lebih condong ke Tanjungpinang. Sebab banyak keperluan dinas maupun instansi lain ke Pemerintah Provinsi Kepri. Paling tidak jadwal penerbangan ditambah dalam sepekan,” ungkapnya.

Sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri Syamsul Bahrum mengatakan, wacana Gubernur Kepri membuka rute penerbangan secara estafet di kabupaten/kota se Provinsi Kepri. Tujuannya untuk kebutuhan masyarakat maupun para pegawai dalam berurusan ke Pemerintah Provinsi Kepri. Selain itu sudah diusulkan pula rute penerbangan dari Jakarta-Karimun dan sebaliknya.

Ini sebagai bentuk untuk memperkuat rencana konektivitas antar kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri, baik melalui jalur laut dan darat dengan menggunakan jembatan maupun udara. Untuk itu diharapkan kepada Pemkab Karimun, agar segera mengirim tim ke Pemprov Kepri untuk membahas landasan udara.

“Tahun depan usulan perpanjangan landasan sudah dimasukkan. Secara teknis tidak ada masalah, tapi kita harus duduk untuk pematangan nanti,” ujarnya.

Konektivitas udara menurutnya akan mendukung kemajuan Kota Karimun, agar bisa menggiring pertemuan-pertemuan berskala nasional maupun international di Karimun. Ketika konektivitas udara sudah berfungsi, staf dari kementerian bisa langsung terbang dari Jakarta ke Karimun.

“Seperti di Tanjungpinang dapat langsung penerbangan dari Jakarta. Jadi Pak Bupati, segera inisiatif dari bawah untuk membuat surat ke Pemprov Kepri agar diteruskan ke Kementerian Perhubungan,” pesan Syamsul.

Syamsul menambahkan, Provinsi Kepri juga sedang menyiapkan program digitalisasi. Nantinya transaksi tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan melalui e-card, e-bill dan sebagainya.

“Termasuk pembayaran tiket penerbangan dari Jakarta ke Karimun ini,” kata Syamsul lagi.

Pada surat keputusan itu, Syamsul menyebutkan turut disinggung terkait rencana penambahan rute penerbangan Batam-Tanjungpinang-Medan-Pekanbaru. Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang diusulkan untuk penambahan maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GIA). Pasalnya selama ini GIA baru satu jadwal yakni sekitar pukul 13.15 WIB. (tri)

Respon Anda?

komentar