Dewan Penasehat Hapkido Cabang Tanjungpinang, Laksma TNI Ribut Eko Suyatno (jaker hitam), Berbincang Dengan Kontingen Hapkido Sesampainya di Bandara RHF Tanjungpinang. F Lantamal IV untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kontingen beladiri Hapkido Tanjungpinang, Kepri keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Hapkido yang di selenggarakan di Jogyakarta selama dua hari dimulai pada, 26-27 Agustus lalu, dengan menyabet 13 medali emas, 9 medali Perak dan 13 medali Perunggu.

Kepulangan atlet yang mengharumkan nama Provinsi Kepri dalam kancah nasional tersebut pun langsung disambut Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ribut Eko Suyatno, yang merupakan Dewan Penasehat Hapkido cabang Tanjungpinang, di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (29/8) malam.
“Selamat atas prestasi yang telah diraih kontingen Hapkido Tanjungpinang, yang berhasil keluar sebagai juara umum,” ujar Ribut.
Dikatakan Ribut, dari medali yang berhasil diraih tersebut dua diantaranya disumbangkan oleh prajurit Yonmarhanlan IV yakni Serda (mar) Hutasoit dan Prada (mar) Rafa yang berhasil menyabet medali emas dan perunggu.
“Ini tentunya tidak lepas dari hasil kerja keras seluruh kontingen yang berlatih dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya berhasil membawa pulang prestasi yang sangat luar biasa,” kata Ribut.
Sementara itu, Komandan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IV Tanjungpinang, Letkol (Marinir) Didik, menambahkan Hapkido merupakan seni bela diri yang populer dikalangan sipil dan militer. Seperti yang dikembangkan dikalangan Yonmarhanlan IV dengan ciri yang memakai teknik kuncian, bergulat, tendangan, pukulan, lemparan, serangan tusukan dan sabetan.
“Beladiri ini (Hapkido) sangat dinamis dan elektrik, namun sangat mematikan. Beladiri ini salah satu bentuk pertahanan diri. Yang mana ini sudah berkembang di Eropa, Australia dan sejumlah negara Asia termasuk Indonesia,” ujarnya.
Dikatakan Didik, pihaknya telah menetapkan beladiri tersebut wajib dikuasai oleh prajurit Marinir. Sebab, beladiri itu cocok untuk kalangan militer seperti di sejumlah negara lain.
“Beladiri ini kolaborasi teknik melumpuhkan lawan dengan pemahaman dan memanfaatkan titik kelemahan yang ada pada anatomi tubuh manusia,” pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar