batampos.co.id – SDN 2 Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) mendadak ramai diperbincangkan. Bukan karena prestasi yang ditorehkan. Melainkan kondisi sekolah yang justru berbanding terbalik dengan fasilitas umum yang dibangun pemerintah.

Bangunan sekolah sungguh menyedihkan. Hanya ada satu ruang besar. Dibagi empat dengan menggunakan bambu. Bukan dinding. Hanya bilah bambu sebagai pembatas yang ditata rapi. Kondisi serba terbatas itu membuat murid SD belajar bergantian.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim Bima Eka Wardana menyatakan, pihaknya sudah memeriksa langsung sekolah tersebut. Dia awalnya mendapatkan informasi dari warga, ada sekolah yang hanya punya satu ruang. Apalagi, itu sekolah negeri. Setelah dilakukan pengecekan, memang sekolah tersebut memiliki satu ruang saja yang dibagi menjadi empat.

“Jumlah peserta didiknya 31 murid. Mereka belajar bersama-sama dalam satu ruang. Hanya terpisah dengan sekat yang menggunakan kayu dan bambu. Itu pun tidak menutup rapat sehingga bisa terlihat satu dan lainnya,” kata dia kemarin (30/8).


SDN 2 Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, berdinding bambu dan berlantai sabut kelapa. (DISDIK KOTIM FOR RADAR SAMPIT/JawaPos.com)

Bima merasa kondisi seperti itu memang tidak layak untuk para murid mengenyam pendidikan dasar. Dia yakin peserta didik tidak merasa nyaman dalam proses belajar. Selain menampung keluhan guru, pihaknya bakal mengusulkannya ke APBD 2018 terkait pembangunan ruang kelas.


SDN 2 Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, berdinding bambu dan berlantai sabut kelapa. (DISDIK KOTIM FOR RADAR SAMPIT/JawaPos.com)

“Kami segera mengusulkan sehingga sekolah ini bisa secepatnya mendapatkan bantuan dengan membangun ruang kelas. Semoga dengan apa yang dilakukan saat ini, para guru maupun siswa tetap bersemangat menunggu kelasnya dibangun,” tuturnya. (son/abe/c9/ami)

Respon Anda?

komentar