ilustrasi

batampos.co.id – Darma,15 dan Wildan,13 tenggelam saat berenang di bekas galian pasir, Mergong, Nongsa, Jumat (1/9). Hingga pukul 22.00, dua siswa SMP 52 masih belum ditemukan. Pencarian dilakukan oleh warga, kepolisian hingga Basarnas.

“Benar ada kejadian ini, saya mau ke TKP,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Perwira Sihite, Jumat (1/9/2017)

Dari informasi yang dihimpun Batam Pos, kejadian ini bermula ketika Yusuf, Billi, Dayat, Darma dan Fero berniat mandi di kolam bekas galian pasir itu. Sesampai di sana, Darma langsung terjun ke kolam tersebut.

Namun tak berapa lama, bocah tersebut melambaikan tangannya ke arah teman-temannya.

Fero, melihat hal itu, tanpa pikir panjang langsung meloncat dalam kolam. Tapi nasib yang serupa juga menimpa Fero. Entah kenapa, Fero yang cukup lihai berenang ini juga gelagapan.

Dari penuturan korban yang selamat, Darma terlebih dahulu menghilang dari pandangan mereka. Karena melihat Darma tenggelam, Billi mencoba terjun menyelamatkan keduanya. Tapi Billi kembali naik, dan mengurungkan niatnya.

Saat kedua temannya menghilang, ketiga anak-anak tersebut mencari bantuan.

“Dari informasi yang saya terima, mereka langsung melapor ke Mapolda Kepri,” kata Ketua RW 51 Nadim Raya, Andi.

Andi mengatakan Fero, adalah anak dari warganya di Nadim Raya. Saat berangkat, anak tersebut izin ke Orangtuanya untuk bermain futsal.

“Hilang itu sekitar pukul 15.00. Lapor ke polisi pukul 16.00. Dan informasi baru nyampe ke kami 18.00,” ungkapnya.

Ia mengatakan pencarian ini sempat disaksikan oleh orang tya Fero. Tapi karena melihat kondisi Psikis orangtua anak itu tak baik, pihak kepolisian menyuruh keduanya pulang. “Mereka sudah pasrah, dan menunggu saja di rumah,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kedua anak tersebut masih belum ditemukan. Pencarian intensif masih terus dilakukan. (ska)

Advertisement
loading...