Tim gabungan saat memeriksa daging hewan kurban di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (1/9). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bintan dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kepri sempat bersitegang dengan panitia penyembelihan hewan kurban di Desa Busung, Jumat (1/9) lalu.

Pasalnya, seekor kambing yang belum cukup umur, sudah disembelih. “Alasan mereka tidak tahu kalau kambing itu belum cukup umur. Ditanya siapa yang berkurban? Mereka juga menjawabnya tidak tahu siapa orangnya, katanya yang berkurban orang luar. Malah kami dibilang telat datang,” kata Kasi Kesehatan Dinas Pertanian Bintan drh Iwan Berri Prima kepada
Batam Pos, kemarin.
Menurut Iwan, ini adalah pengalaman baru yang ditemukannya dan harus dijadikan pelajaran bagi semua, termasuk panitia penyembelihan hewan kurban. Meski setelah diperiksa, daging kambing itu sehat dan layak, namun menurut agama belum bisa dikurbankan atau tidak sah.
“Tadi kami serahkan ke masjid, bagaimana selanjutnya,” tutur
Iwan.
Sebelum ini, ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan imbauan dan sosialisasi ke masjid-masjid yang ada di Bintan. Hanya, diakuinya tidak bisa dilakukan maksimal karena petugas yang terbatas dan terbatasnya anggaran. Namun, ia berharap ke depan pengalaman yang seperti ini tidak terulang.
Maka itu, pesannya agar panitia penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid aktif bertanya serta mencari tahu bagaimana tata cara menyembelih hewan kurban yang benar. Selain itu, tim juga masih menemukan panitia yang mengemas daging kurban dengan kantong plastik warna hitam dan panitia yang merokok
saat mengemas daging kurban.
“Sudah kami tegur, tapi jawaban mereka ini sudah turun temurun dan biar tidak malu makanya dikemas pakai kantong warna hitam. Tadi juga langsung kami minta diganti kantong bening,” tuturnya.
Tim juga akan melanjutkan pemeriksaan pada hari kedua Idul Adha, atau Sabtu (2/9) hari ini di beberapa daerah di Tanjunguban.
“Besok kita turun ke Tanjunguban. Sejauh ini, untuk hari ini tidak ditemukan daging kurban yang berpenyakit atau ada cacingnya,” tukasnya. (cr21)

Advertisement
loading...