batampos.co.id – Menurut peraturan terbaru Nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah suatu kewajiban setiap ibu melahirkan. Makanan yang tepat bagi bayi dan anak usia dini (0 – 24 bulan) adalah ASI ekslusif yakni pemberian ASI saja segera setelah lahir sampai usia 6 bulan.
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah amat mendukung peraturan tersebut. Baginya, agar generasi muda Tanjungpinang ke depannya sehat, mutlak bagi mereka mendapatkan ASI eklusif dari ibunya.
“Setahu saya,  ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Bayi yang diberi ASI pasti fisiknya lebih kuat, karena itu, anak-anak zaman dulu pasti daya tahan tubuhnya kuat, beda dengan anak sekarang kena angin sedikit saja sudah sakit. Karena itu, agar generasi muda Tanjungpinang ke depannya lebih sehat dan hebat, harus mendapat ASI eklusif,” ujar Lis ketika membuka Workshop Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Ekslusif, di Hotel Aston Tanjungpinang, kemarin.
Untuk Kota Tanjungpinang pada tahun 2015, sambung Lis, pemberian ASI ekslusif 6 bulan sebesar 1.516 (32,2 persen), dan pada 2016 sebesar 741 (24 persen). Capaian ini, kata Lis, masih di bawah target yang telah ditentukan yaitu sebesar 44 persen.
Agar capaian ini bisa terwujud, perlu ada dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari motivasi dari suami di rumah sampai perhatian pemerintah dengan menyediakan ruang laktasi di area perkantoran.
Beberapa OPD Tanjungpinang telah menyediakan ruang laktasi. Namun, masih ada beberapa yang belum. Lis berharap, imbauannya ini dapat diwujudkan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan kantor-kantor lain khusunya pelayanan publik dapat menyediakan ruang laktasi yang memenuhi standar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Rustam, mengatakan pemberian ASI kepada bayi sebenarnya sederhana tapi sungguh luar biasa manfaatnya. Upaya ini, sambungnya, merupakan bagian dari visi misi wali kota untuk meningkatkan akses kesehatan demi mencapai generasi yang berkualitas.
Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri, lanjutnya, telah memberi dukungan agar terwujudnya ruangan menyusui, salah satunya melalui surat edaran nomor 346 tahun 2017 tentang fasilitas khusus menyusui di tempat kerja dan sarana umum.
Untuk ruang menyusui yang tersedia di pemerintah Kota Tanjungpinang seperti di Dinas Kesehatan, RSUP, RSUD, Puskesmas, dan Kantor Pepustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang. Sementara di perusahaan PT. Teh Prendjak, PT. Teh Bunga, dan PT. Swakarya Indah Busana. Selanjutnya fasilitas umum  yang menyediakan ruang menyusui, di Bandara RHF, Pelabuhan Angkasa Pura dan Ramayana Mall.
“Untuk mendukung tercapainya target ASI eksklusif, kami juga sudah melaksanakan beberapa upaya di antaranya mengupayakan setiap bayi yang lahir dengan IMD, kunjungan lanjutan oleh konselor ASI dan ibu yang mengalami kesulitasn dalam memberikan ASI ekslusif, sudah terbentuknya KP-ASI, pelatihan motivator ASI. Saat ini tenaga konselor berjumlah 39 orang terdiri dari bidan dan gizi,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar