Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H Akhmad Mujahidin, Dirjen Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementrian Agama RI Rudi Nurrudin Ambari dan Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur bersama para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam usai kuliah umum di kampus STIT Hidayatullah di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (3/9). F. Yayasan Hidayatullah Batam untuk Batam Pos

batampos.co.id – Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H Akhmad Mujahidin mengajak mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam untuk belajar yang sungguh-sungguh agar kelak menjadi pelopor pembangunan bangsa yang berkarakter.

Ini disampaikan oleh Akhmad saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru di kampus STIT Hidayatullah di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (3/9).

Kampus STIT Hidayatullah sebagai kampus yang fokus pada bidang keagamaan tentu sangat bagus untuk membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak. “Intinya pada akhlak. Kalau semua berdasarkan akhlak yang baik, Insha Allah kedepannya akan baik. Jadi mari sama-sama manfaatkan kesempatan belajar ini dengan baik untuk memperoleh ilmu agar kelak bermanfaat bagi agama dan bangsa ini,” imbau Akhmad.

Apalagi STIT Hidayatullah yang juga menghadirkan guru dari Mesir tentu akan memberikan kelebihan tersendiri bagi kampus yang baru berdiri di tahun ajaran pertama itu. “Ini sangat spesial, sebab ada guru dari Mesir yang akan mengajar bahasa arab bagi anak didik disini. Belajar di Batam tapi kualitas internasional jadi harapan kami agar ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa di sini untuk memperoleh ilmu yang sesuai dengan visi misi perguruan tinggi ini,” tuturnya.

Pada kuliah umum tersebut Akhmad juga menjelaskan panjang lebar terkait pembentukan karakter mahasiswa yang berakhlak sehingga kelak bisa menjadi pelopor kemajuan bangsa yang berpegang pada agama. Materi yang dibawakan terkait Sarjana Kader yang harus diterapkan di STIT Hidayatullah. “Sarjana Kader artinya bukan sekedar kuliah, tapi kuliah yang memiliki misi terorganisir untuk mencetak generasi pelopor pembangunan bangsa,” tuturnya.

Dirjen Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementrian Agama RI Rudi Nurrudin Ambari yang turut hadir pada acara kuliah umum tersebut menuturkan memang suatu kewajiban bagi perguruan tinggi untuk memulai perkuliah dengan menggelar acara kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen seperti itu. “Ini sudah aturan nasional pada semua perguruan tinggi. Sebelum perkuliahan dimulai, memang harus ada kuliah umum seperti ini,” tuturnya.

Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa ataupun dosen terkait rencana perkuliahan kedepannya.

Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur, mengatakan, untuk pertama ini STIT langsung disambut baik oleh masyarakat Batam. Ada 120 mahasiswa yang bergabung di tahun ajaran pertama itu. “Insha Allah niat baik kita juga disambut baik. Ini awal yang baik dan kedepannya akan disempurnakan secara bertahap,” tutur Jamaluddin Nur. (eja)

Respon Anda?

komentar