Pelabuhan Batuampar, Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Pelaku usaha di kawasan industri butuh dukungan pemerintah untuk bisa berkembang. Salah satu harapan mereka adalah adanya kepastian hukum dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

“Selain insentif dan kemudahan yang diberikan, kami juga perlu kepastian hukum dan infrastruktur,” ungkap General Manager PT Batamindo Investment Cakrawala, Mook Soi Wah, Sabtu (2/9).

Dengan kepastian hukum dan infrastruktur yang memadai disertai dengan jaminan keamanan maka dapat meningkatkan daya saing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Senada dengan Mook, Direktur Utama PT Kabil Citranusa, Peters Vincent juga mengungkapkan dukungan dari pemerintah khususnya dalam pembangunan kawasan infrastruktur sangat diperlukan bagi industri yang bergerak dalam penyediaan energi.

Dengan penurunan harga gas saat ini, maka diperlukan kompensasi dalam bentuk konektivitas yang cepat.”Konektivitas seperti jalan yang bagus sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing,” harapnya.

Sedangkan General Manager Puri Industrial Park 2000, Jasman Ang menyatakan keberhasilan kawasan industri harus didukung semua pihak termasuk pemerintah.

“Sehingga terjadi pemerataan ekonomi dengan baik karena adanya kesamaan pandangan,” ungkapnya.

Penyatuan visi dan misi itu dapat dinilai dari segi perencanaan serta kebijakan antara pengelola kawasan dengan pengambil keputusan di tingkat pusat maupun daerah.

Terpisah, Pimpinan PT Tritunas Bangun Perkasa, Doly mengatakan peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara buruh dan pemberi pekerjaan.

“Peran pemerintah dalam hubungan industrialisasi sangat dibutuhkan sehingga konflik ketenagakerjaan dapat dideteksi sedini mungkin,” ungkapnya.

Dan terakhir, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing menyatakan kunci utama dalam mengembangkan industri adalah menciptakan kebijakan yang pro investasi.

“Memberikan kenyamanan pada investor, responsif terhadap keluhan investor dan ketersediaan SDM yang terampil,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar