Iklan

batampos.co.id – Asun,40, salah seorang pengusaha di bidang properti, terpaksa diamankan petugas Kepolisian, akhir bulan Agustus lalu. Pasalnya, ia diduga melakukan penipuan dengan modus cek kosong, saat membeli bahan bangunan sehingga merugikan orang lain sebesar Rp 84 juta.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, mengatakan penipuan tersebut berawal ketika saat tersangka membeli bahan bangunan di toko korban bernama Humaidi. Kemudian pelaku memberikan dua lembar cek dengan nominal uang sebesar Rp 84 juta.

“Koban pun kemudian, membawa cek tersebut ke bank. Namun, saat di Bank dan hendak mencairkan ternyata cek itu kosong atau tidak ada uang yang bisa diambil,” ujar Ardiyanto, Sabtu (2/9).

Dikatakan Ardiyanto, setelah mengetahui bahwa cek tersebut tidak bisa mencairkan uang. Korban kemudian langsung melapor ke Polsek Bukit Bestari dengan nomor LP/419/VII/2013/Kepri/RES TPI/SPK-Polsek Bestari/tanggal 11 Juli 2013. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Tersangka sendiri kami amankan di kediamannya di Jalan Bunguran, kelurahan Seijang, Kecamatan Bukit Bestari. Laporan Polisi ini sudah lama. Setelah kami kirimkan SPDP nya dan jaksa menyatakan berkasnya P21, tersangka langsung kami amankan,” kata Ardiyanto.

Dalam kasus ini, sambung Ardiyanto, barang bukti yang dipegang pihaknya yakni dua lembar cek Bank Muamalat dan surat penolakan dari Bank UOB Buana dan satu lembar nota penagihan.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan terancam empat tahun penjara,” pungkas Ardiyanto yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari, Aiptu Fredy Simanjuntak.(ias)