foto: eusebius / batampos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Batuampar dan pihak kepolisian kembali menertibkan kios pedagang kaki lima yang ada di taman Boulevard, Jodoh, Senin (4/9) pagi. Penertiban kali ketiga ini petugas berhasil membongkar semua kios dan bangunan semi permanen yang ada diatas taman.

Camat Batuampar Tukijan di lokasi penertiban menuturkan, ada sekitar 50 unit kios semi permanen yang dibongkar. Proses penertiban berjalan aman sebab sudah sesuai prosedur yang mana sudah tiga kali memberikan surat peringatan.

“Pada umumnya pedagang (yang menempati taman) sudah mau memahami. Tidak ada gejolak, bahkan sudah ada yang bongkar sendiri sejak semalam,” kata Tukijan.

Penertiban tersebut itu sambung Tukijan memang harus dilakukan sebab Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana akan menata taman yang sudah lama tak terurus itu.

“Ini untuk bangun taman, jadi pedagang harus kosong. Pak wali (Muhammad Rudi) memang sedang gencar untuk menghidupkan sektor pariwisata untuk mengatasi lesuhnya perekonomian di Batam. Ini (Taman Boulevard) akan dijadikan salah satu ikon kota Batam nantinya,” terangnya.

Pedagang yang sudah ditertibkan itu sambung Tukijan untuk sementara waktu tak boleh lagi membangun ataupun berdagang di lokasi taman tersebut. Pihaknya akan memberikan pengawasan yang ekstra dengan taman yang akan ditatah itu.

“Untuk relokasi belum ada arahan dari pak wali. Sementara tak ada kebijakan apapun. Taman ini harus bersih (dari PK5),” ujar Tukijan.

Penertiban tersebut disambut baik oleh pemilik tokoh yang ada di sekitar lokasi taman. Mereka mendukung penuh agar taman tersebut segera ditata ulang guna menarik pengunjung atau wisatawan.

“Selama ini sudah sepih (pengunjung) di sini. Memang perlu ada penataan ulang agar kembali ramai seperti dulu,” ujar Acong, salah pemilik toko di Tanjungpantun.

foto: eusebius / batampos

Jika pemerintah sudah menata taman tersebut para pemilik toko kata Acong bersedia mendukung pemerintah dengan menata ulang toko mereka agar sedap dipandang.

“Selama ini kami mau cat bagus toko ragu-ragu kalau kondisi taman semrawut seperti ini. Kalau sudah bagus, tentu kami juga akan menata toko-toko kami agar lebih menarik lagi,” ujarnya.

Berbeda dengan pedagang kaki lima korban penertiban, mereka sebenarnya menolak penertiban itu sebab selama ini mereka bergantung hidup dengan berdagang di sana. Namun karena sudah berulang kali ditertibkan dan ditegur mereka akhirnya mengalah. Mereka berharap agar pemko Batam memberikan solusi yang tepat dengan menyediakan tempat lain untuk mereka berdagang lagi.

“Berat juga sebenarnya mau pindah dari sini. Tapi mau gimana lagi ini program pemerintah jadi harus didukung. Harapan kami semoga ada lokasi lain yang bisa menggantikan tempat ini,” ujar Andika, seorang PK5. (eja)

Respon Anda?

komentar