batampos.co.id – Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam terus berupaya mengoptimalkan pelayanan mereka. Untuk pelayanan paspor dengan pendaftaran, dirasa masih kurang. Sebab setiap harinya, banyak masyarakat mengeluhkan tak pernah mendapatkan nomor antrian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto, membuat terobosan baru. Dalam satu hari biasanya hanya menerima 250 pendaftar, tapi mulai Senin (11/9) akan melayani 750 pendaftar.

“Jadi gini, yang diproses tetap 250 orang sehari. Pendaftarnya saja dibanyakin, pendaftar yang masuk antrian 251. Dialah yang nantinya pemohon pertama dihari selanjutnya. Jadi 750 pendaftar itu, untuk selang waktu tiga hari,” katanya, Selasa (5/9).

Ia mengatakan hal ini karena banyaknya warga memprotes tak pernah dapat nomor antrian. “Karena keterbatasan disistem, jadi hanya terima 250 pendaftar. Tapi Senin (11/9) sudah bisa,” tuturnya.

Untuk jumlah pemohon yang diproses, kata Lucky sudah tak bisa ditambah lagi. Sebab 250 itu, kemapuan optimal Imigrasi Batam. Dan tak jarang juga masyarakat yang telah terdaftar sebagai pemohon paspor, terpaksa dilayani hingga melewati jam kerja.

“Satu harinya itu biasanya sistem hanya dapat menerima 250 pendaftaran, tapi mulai Senin (11/9) depan jadi 750 pendaftar,” katanya, Selasa (5/9).

Ia menjelaksan biasanya dalam satu hari, Imigrasi Batam hanya menerima sebanyak 250 pendaftar. Dan untuk mengatisipasi jumlah pendaftar via aplikasi WhatsApp ini, Lucky memberlakukan pendaftaran dalam satu harinya 75

Kabid Laluntaskim Feddy M Pasya menuturkan bahwa di Batam, minat masyarakat untuk membuat paspor cukup tinggi. Ia mengatakan dalam sehari bisa, sebanyak 500 hingga 700 pendaftar. “Dan pernah sampai 1000 orang mendaftar melalui aplikasi WhatsApp,” tuturnya.

Tingginya animo masyarakat itu, membuat pihak imigrasi terus berupaya membuat sistem yang nyaman bagi masyarakat.

“Kami terus bekerja, dan mengoptimalkan apa yanga ada. Dan sistem pendaftaran via WhatsApp di Batam, ditiru Kantor Imigrasi lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Pendaftaran via WhatsApp ini juga bentuk Kantor Imigrasi Batam mencegah berangkatnya TKI non prosedural ke luar negeri.

“Tak mungkin dong yang ingin melancong ke luar negeri tak memiliki smartphone, yang ada aplikasi WhatsApp. Kalau tak ada, kami jadi bertanya, ada mau melancong atau bekerja,” tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat yang mendaftar via aplikasi WhatsApp agar sesuai prosedur yang ada. Sebab bila tak sesuai aturan yang ada, maka sistem tak akan membaca pesan yang dikirimkan. “Lalu jangan berkali-kali, sekali saja cukup,” tuturnya. (ska)

Respon Anda?

komentar