Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menyampaikan sambutan sebelum melakukan prosesi pengecoran akhir atau topping off Gedung Rawat inap RSBP Batam di Sekupang, Kamis (7/9/2017).

batampos.co.id – Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam mendapat tambahan gedung baru lagi. Gedung baru ini akan berfungsi sebagai gedung rawat inap baru dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Batam.

Iklan

“RSBP Batam akan diupayakan menjadi rumah sakit profesional sesuai cita-cita dan menjadi ikon baru bagi kepemimpinan baru BP Batam,” kata Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Kamis (7/9) setelah meresmikan peletakan batu pertama proyek Gedung Rawat Inap RSBP Batam di Sekupang.

Proyek ini memakan waktu pengerjaan hingga 28 bulan dengan nilai proyek mencapai Rp 213,5 miliar. Gedung rawat inap baru ini akan memiliki 7 lantai dan 85 ruangan dengan total luas lahan yang dipakai mencapai 25.841 meter persegi.

Hatanto kemudian mengatakan upaya ini dilakukan untuk membudidayakan aset yang mereka miliki. Dan selain itu juga untuk menambah pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari RSBP.”Selama ini dari segi keuangan, RSBP tak terlalu menggembirakan. Selama ini RSBP dibiayai dari PNBP BP Batam di sektor lainnya,” tambahnya lagi.

Sehingga untuk menunjang rasio pendapatan semakin tinggi lagi, gedung baru ini akan dilengkapi pelayanan yang bagus dan dokter-dokter spesialis.

“Sebagai contoh nanti pada bulan Oktober, akan datang 40 dokter lulusan 70-an yang merupakan spesialis jantung, syaraf dan lainnya. Kami akan tawarkan kerjasama darma wisata dan seminar besar,” terang Hatanto.

Seminar ini akan mengundang seluruh dokter di kota Batam untuk saling bertukar pendapat.

“Sehingga kami tahu spesialisasi apa yang dibutuhkan di Batam. Kami tahu kemana strategi peningkatan layanan nanti,” ujarnya.

Selain membangun gedung baru, RSBP juga telah resmi menjadi pusat rujukan penanganan jantung koroner akut di Kepri.

Dasar dari penunjukan ini adalah karena jumlah penduduk Batam yang mengalami penyakit jantung hingga kematian semakin meningkat.

“Tercatat bahwa lebih dari 70 persen yang mengalami penyumbatan jantung total (Istemi) di Batam hanya 4 persen yang menjalani program pemasangan ring atau tindakan balonisasi,” ungkap dokter spesialis jantung RSBP, Afdhalun Hakim.

Afdhalun mengungkapkan dengan fakta bahwa RSBP jadi pusat rujukan jantung akan meningkatkan kepercayaan investor.

“Hal ini dapat menjadi kebanggaan Batam yang bisa ditawarkan kepada investor asing yang notabene peduli pada kesehatan jantung,” pungkasnya.(leo)