Iklan

batampos.co.id – Kecelakaan kerja terjadi di kawasan Galangan Kapal PT ASL, Tanjunguncang Batuaji, Kamis (7/9) sore sekira pukul 17.00 WIB. Sebuah kapal tanker yang sedang dikerjakan perusahaan itu meledak dan terbakar. Akibatnya lima orang pekerja tewas. Korban yang tewas adalah

  1. Nimrot Hutagalung,
  2. Onik Saputra,
  3. Faisal Koto,
  4. Rusli Tak,
  5. Malik Majida.
Iklan

Informasi yang didapat kelima korban yang tewas itu sedang bekerja di ruangan mesin kapal. Saat kejadian ada enam orang pekerja dari perusahaan subcon PT Sinar Cendana sedang membuka valve air di ruang mesin kapal bernama Gamkonora yang terbakar itu. Tanker ini memiliki bobot mati 88.258 Ton. Panjang dan lebar 244,5 meter X 44 meter. Kapal ini dibuat pada 2012 lalu.

Lima korban terjebak dan tak bisa menyelamatkan diri. Sementara satu pekerja lain yang bernama Nimrot Hutagalung berhasil selamat dengan berlari dan melompat ke luar kapal.

“Pertama hanya satu korban yang meninggal, tapi belakangan ternyata ada lima orang. Mereka ada enam orang hanya satu yang selamat orang selamat,” ujar Jerri, salah satu pekerja yang berada di lokasi galangan tersebut, kemarin.

Ledakan dan kebakaran itu diduga karena adanya aktivitas cutting (pemotongan plat baja dengan alat las) di dekat ruang mesin. Bunga api las diduga sambar ke tangki bahan bakar kapal tersebut.

“Kemungkinan karena cutting di dalam mesin. Apalagi itu kapal tanker jadi meledakkan,” kata Ilham, pekerja lain.

Ledakan yang terjadi kata Ilham cukup besar, sehingga hampir seluruh pekerja di lokasi galangan kapal itu lari berhamburan keluar kawasan Galangan. “Tanpa komandopun kami langsung keluar semua,” ujarnya.

Usai kejadian polisi Polsek Batuaji dan INAFIS dari Polresta Barelang langsung mendatangi lokasi kejadian. Dua jenazah sempat dibawa ke kamar jenazah rumah sakit umum daerah Embung Fatimah Batam di Batuaji, namun akhirnya sama-sama dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki dan Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko juga terlihat di lokasi kejadian malam tadi. Kepada wartawan Hengki maupun Sujoko hanya membenarkan adanya kejadian itu dan lima pekerja meninggal dunia. Untuk penyebab kebakaran dan ledakan pihaknya masih mendalami.

“Iya kami masih di TKP semua. Nanti ya ini masih didalami,” ujar Sujoko.

Pihak perusahaan sendiri belum bisa dikonfirmasi. Saat wartawan mencoba konfirmasi malah dilarang oleh petugas keamanan perusahaan.

“Maaf manajamen belum izinkan masuk jadi kalian di luar dulu,” ujar M Nur salah satu sekuriti di gerbang masuk. (eja)