batampos.co.id – Sampai saat ini kelima korban tewas akibat ledakan di kapal milik Pertamina, belum bisa diotopsi. Penyebabnya, polisi kesulitan mencari dokter otopsi di Batam yang sudah tak ada lagi karena pindah ke daerah lainnya.

“Sebenarnya hari ini rencana diotopsi. Karena di Batam tak punya dokter otopsi, sudah pada pindah, ya terpaksa kami datangkan dokter otopsi dari Jakarta sekaligus tim labfor dari Mabes Polri besok (hari ini) mereka akan sampai di Batam dan langsung bekerja,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, Jumat (8/9).

Nantinya otopsi akan menjadi kunci jawaban untuk mengetahui penyebab kematian kelima korban. Sementara apa penyebab hingga kapal bisa meledak, nantinya menunggu tim labfor bekerja mencari penyebab ledakan dan kebakaran tersebut.

“Untuk para keluarga korban, harap bersabar menunggu. Kami sedang berusaha keras mendatangkan dokter otopsi secepatnya. Untuk sementara jenazah para korban akan diinapkan di RS Bhayangkara disimpan di lemari pendingin penyimpan jenazah,” terang Kombes Hengki.

Penyidik Polresta Barelang sendiri sampai saat ini sudah memeriksa atau meminta keterangan dari beberapa pihak seperti dari perwakilan PT ASL, termasuk kapten kapal yang mewakili Pertamina, para subkon, semuanya diperiksa.

Dugaan awal penyebab ledakan kapal sendiri diperkirakan berasal dari tabung alat pengelasan untuk memperbaiki ruang saluran air di kapal. (gas)

 

 

Respon Anda?

komentar