Iklan
Pelabuhan Domestik Punggur, Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Ada beberapa kendala yang membuat tak dioperasikannya Pelabuhan Telagapunggur dan Sekupang. Deputi III BP Batam Eko Santoso Budianto mengungkapkan untuk Pelabuhan Sekupang, masih ada permasalahan tiketing yang mengganjal. Dimana untuk meminimalisir manipulasi tiket, BP Batam mencanangkan pembuatan tiket dengan menggunakan barcode.

Iklan

“Jadi penumpang masuk itu, gak dirobek lagi tiketnya. Tapi dengan barcode, lalu ditempelkan ke readernya. Baru masuk,” katanya, Jumat (8/9).

Terkait tiket ini, Eko mengatakan pihaknya sudah mengadakan rapat dengan pemilik kapal. Dan semua pemilik kapal tersebut setuju pembuatan tiket dengan barcode. Saat ini kendalanya reader pembacaan barcode tersebut masih belum selesai.

“Sistem ini, semua manifes tercatat dengan baik. Pengklaiman asuransi juga menjadi lebih mudah dan gampang,” ungkap Eko.

Sistem yang diberlakukan di Pelabuhan Sekupang ini nantinya, akan menjadi proyek percontohan untuk pelabuhan lainnya di Batam.”Jadi dengan berlakunya sistem ini, gak ada dusta di antara kita. One go one servis,” tuturnya.

Sementara itu di Pelabuhan Telagapunggur, kata Eko permasalahannya tak adanya lift barang. Keberadaan lift barang disana sangat terasa berguna. “Ada tiga lantai, kalau bawa barang banyak. Naik turunnya susah, makanya kami buat canangkan pembuatan lift barangnya,” ungkapnya.

Eko juga menuturkan belum adanya Exhaust (penghisap udara panas di ruangan,red) di area komersil Terminal Pelabuhan Telagapunggur. “Coba bayangin kalau masak kangkung belacan, kalau tak ada exhaust. Bisa seruangan hisap baunya,” tuturnya.

Selain itu juga, ia melihat sarana parkir yang semulanya direncanakan seberang jalan Pelabuhan Telagapunggur. Dirasa kurang baik. “Siapa rasanya mau jauh jalan ke tempat parkirnya,” ujarnya.

Ia melihat masih banyak lahan kosong di dekat terminal. Dan BP Batam akan membuat tempat parkir dengan sistem rangka besi. Sehingga para penumpang tak perlu berjalan jauh untuk parkir kendaraannya. “Seperti yang di Mega Mall. Tahun depan kami anggarkan untuk pembangunannya,” tuturnya.

Saat ditanya kapan pengoperasian dua pelabuhan ini. Eko menuturkan dua pelabuhan baru dioperasikan bila permasalahan yang ada sudah selesai. (ska)