batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam akan segera mengoperasikan Unit Layanan Paspor (ULP) Khusus Harbourbay. Pembangunan ULP Khusus ini, mengingat tingginya permintaan masyarakat dalam pembuatan atau perpanjangan paspor.

“Nanti warga yang dekat sana, bisa mengurus paspor di sana saja,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto, Sabtu (9/9).

Ia mengatakan bahwa saat ini pihak Imigrasi sedang mengerjakan tempat ULP tersebut. Dan diharapkan dalam waktu dekat ULP khusus ini dapat beroperasi dan melayani masyarakat dalam pembuatan paspor. “Ruko tempat ULP masih sekitar 70 persen, sebentar lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan tak hanya di Harbourbay saja untuk pelayanan pembuatan, dan perpanjangan paspor. Tapi nantinya imigrasi, kata Lucky juga akan hadir di Mall Pelayanan Publik yang dicanangkan oleh Menpan RB Asman Abnur. “Kami juga akan hadir disana,” tuturnya.

Dibuatnya tempat-tempat pelayanan paspor ini, menurut Lucky bentuk komitmen dari imigrasi mengakomodir permintaan masyarakat Kota Batam. Sebab dari data yang diterimanya, dalam satu hari bisa 1000 orang yang mengajukan antrian via WhatsApp untuk membuat atau perpanjangan paspor.

“Di sini cukup tinggi animo masyarakat terhadap paspor,” ungkapnya.

Ia menuturkan bangunan imigrasi yang dulunya cukup menampung para pembuat paspor. Tapi akhir-akhir sudah tak muat lagi. Lahan parkir yang terbatas, membuat pemohon paspor harus menumpang parkir di sekitaran gedung DPRD Kota Batam.

“Tak muat lagi disini, makanya kami buka tempat-tempat unit pelayanan di beberapa titik,” ungkapnya.

Saat ini, untuk pendaftaran via WhatsApp sudah mulai dibenahi Lucky. Sebelumnya dalam satu hari pendaftaran via WhatsApp hanya 250, tapi sekarang sudah menjadi 750.

Selain itu, Lucky mengatakan dirinya sedang merancang pergantian paspor secara mandiri. “Seperti anjungan tunai mandiri (ATM,red),” ujarnya.

Ia mengatakan bila ini terealisasi maka masyarakat tak perlu repot lagi mengantri untuk pergantian paspor. “Tinggal mendatangi tempat penggantian paspor secara mandiri, tempelkan KTP dan paspor lama. Jadi deh paspor baru,” tuturnya.

Program ini sedang dalam rancangannya. Ia berharap masyarakat mendukung Program tersebut. “Tentu butuh perjuangan merealisasikan Program itu,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar