Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Geliat bisnis digital terus menggelora di Batam. Apalagi sejak Singapura mengumumkan bahwa Batam akan menjadi hub industri digital di Indonesia.

Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) Kepri akan menggelar pertemuan akbar pelaku digital atau biasa disebut Digital Summit di Batam pada 28 Oktober nanti.

“Indonesia adalah pasar digital terbesar di Asia Tenggara dimana tantangan dan kompetisi era digital sudah dimulai sejak era masyarakat ekonomi Asean berlaku tahun lalu,” kata Sekretaris ADEI Kepri, Ammar Satria, Kamis (14/9).

Pasar elektronik komersial atau biasa disebut e-commerce diprediksi akan tumbuh 10 kali lipat atau 130 miliar Dolar Amerika dalam lima tahun kedepan.”Itu hanya e-commerce saja. Sedangkan digitalisasi bisa dikembangkan lewat e-learning, e-banking, e-government, e-farming, e-tourism dan UKM digital belum digarap secara maksimal,”jelasnya lagi.

Digital Summit ini akan digelar di Bank Indonesia dan akan menghadirkan sejumlah pelaku usaha digital ternama di Indonesia, seperti CEO Belanja.com Aulia Ersyah, CEO Tokopedia.com William Tanuwijaya, Kepala dan Deputi Bidang Infrastruktur Bekraf Indonesia dan diisi juga oleh pelaku usaha digital lokal.

“Kami juga akan mengupayakan akan melibatkan negara tetangga seperti mengundang Glimps dari Singapura,” tutur Ammar.

IT Centre milik Badan Pengusahaan (BP) Batam juga antusias dengan pengembangan industri digital ini. Fasilitas digital canggih milik pemerintah ini juga akan menggelar event bertajuk IT Fest pada 30 September nanti.

“Kami akan gandeng perusahaan-perusahaan start up seperti Wakjek, Tokopedia, Traveloka dan juga mengundang Glimps dari Singapura. Ini merupakan bisnis sharing sekaligus momen mengedukasi masyarakat,” kata Kepala Bidang Pengusahaan TIK Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam, WIsnu Anggoro.(leo)

Advertisement
loading...