Pasien mengantre diĀ  RSUD Embung Fatimah, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah mengajukan anggaran Rp 98 miliar di 2018 mendatang. Anggaran yang termasuk tinggi tersebut harus sejalan dengan pelayanan yang juga harus maksimal.

“Anggaran Rp 98 miliar itu sangat besar. Artinya, pelayanan harus maksimal. Jangan ada lagi keluhan dari masyarakat tentang pelayanan buruk di RSUD,” kata anggota komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, Kamis (15/9).

Aman mengatakan saat ini RSUD sudah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Artinya uang yang didapat, bisa langsung digunakan untuk operasional. Artinya perencanaan harus benar-benar matang sehingga pelayanan tidak terganggu.

“Jangan lagi ada alasan yang menyebut kekurangan obat, atau ada pasien yang ditolak. Itu tidak bisa lagi. Pelayanan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Apalagi menurut Aman, sekitar Rp 82 miliar dari anggaran tersebut adalah untuk program peningkatan standar pelayanan rumah sakit. Kemudian program kefarmasian dan alat kesehatan Rp 7,4 miliar. Sementara untuk peningkatan sarana dan prasarana aparatur hanya Rp 3 miliar dan pelayanan peningkatakan administrasi perkaantoran Rp 6,5 miliar.

“Saya juga meminta agar RSUD juga menyelesaikan permasalahan insentif sehingga pelayanan tidak terganggu seperti beberapa waktu lalu,” katanya.

Anggota komisi IV DPRD Kota Batam lainnya, Marlon Brando Siahaan juga menegaskan bahwa saat ini RSUD harus berbasis pelayanan. Jangan lagi ada pilih kasih dalam melakukan pelayanan.

“Tahun depan saya berharap RSUD benar-benar melakukan pelayanan yang maksimal. Anggaran itu sudah sangat besar, kalau pelayanan masih kurang maksimal itu kacau,” katanya.

Menurutnya, dalam beberapa kasus, ada pelayanan yang tetap menjadi sorotan dari masyarakat. Termasuk keramahan dari para pegawai di RSUD.

“Apapun itu, pelayanan sekecil apapun harus tetap diperhatikan. Di rumah sakit, pelayanan yang tidak bagus akan membuat pasien semakin tambah sakit,” katanya.

Sementara itu Plt Direktur RSUD Embung Fatimah, Didi Kusmarjadi mengatakan bahwa pelayanan RSUD dari tahun ke tahun membaik. Beberapa permasalahan yang ada pelan-pelan sudah bisa teratasi.

“Seperti tunggakan BPJS itu sudah diselesaikan. Dan memang kami sudah fokus untuk pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar