batampos.co.id – Sebanyak 18 unit mobil dinas Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menggunakan gas bumi sebagai bahan bakarnya terhitung mulai Rabu (6/9) lalu. Peralihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) itu dimulai setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), membagikan 300 konverter kit gratis untuk mobil dinas pemerintah dan kendaraan umum seperti taksi.

Iklan

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretaris Daerah Kota Batam Ardiwinata mengatakan, pihaknya mengapresiasi pembagian konverter kit gratis untuk mobil dinas Pemko Batam. Pasalnya, penggunaan bahan bakar gas bumi dinilai lebih hemat ketimbang menggunakan BBM.

“Laporan resmi tentang hematnya berapa persen memang belum masuk karena baru sekitar sepekan digunakan, tapi secara umum yang pakai mobil (dinas) menyebut memang lebih hemat,” ujar Ardiwinata, Kamis (14/9).

Penghematan tersebut, sambung Ardiwinata, sesuai dengan arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang meminta semua instansi di lingkungan Pemko Batam untuk berhemat dan menekan semua biaya operasional. Termasuk, operasional kendaraan dinas.

“Karena kalau operasional bisa lebih murah, tentu imbasnya pada penghematan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Batam,” katanya.

Jika pos pengeluaran di APBD Kota Batam bisa dihemat, ia mengatakan anggaran tersebut juga bisa dialihkan untuk hal lain yang dinilai lebih penting dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Misalnya, untuk pembangunan berbagai proyek infrastruktur.

“Misalnya buat bangun jalan, sehingga manfaatnya yang merasakan masyarakat. Jadi hanya dengan beralih ke (bahan bakar gas) gas, kita bisa ikut membangun daerah kita,” jelas Ardiwinata.

Selain itu, Ardiwinata juga mengatakan penggunaan bahan bakar gas bumi dinilai tepat untuk menyukseskan upaya Pemko Batam untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Mengingat, emisi kendaraan yang menggunakan gas bumi lebih ramah lingkungan ketimbang BBM.

“Kalau sudah ramah lingkungan, kita berharap bisa mendukung penilaian minimnya pencemaran udara di Kota Batam untuk mendapatkan Adipura,” harapnya.

Terpisah, Division Head Corporate Communication PGN Desy Anggia menyebut total ada sebanyak 300 konverter kit dibagikan secara gratis untuk kendaraan dinas Pemko Batam dan kendaraan umum taksi untuk wilayah Batam.

“Untuk kendaraan dinas kami akan pasang 106 unit, serta taksi 194 unit kendaraan,” sebutnya.

Meski belum semua rampung dipasang, kata dia, namun beberapa kendaraan yang telah dipasang konverter kit, termasuk kendaraan dinas diklaim sudah banyak yang mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang terletak di Kampung Belian, Batamcenter.

“Sejak dipasang tanggal 6 September itu, SPBG sudah aktif digunakan,” tuturnya.

Desy mengatakan, sosialisasi pembagian dan pemasangan konverter kit di Batam adalah bagian dari peran aktif perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam konversi bahan bakar minyak ke gas bumi di berbagai sektor perekonomian, salah satunya sektor transportasi.

“PGN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gas Bumi terus berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara nasional, termasuk salah satunya di wilayah operasional PGN di Batam,” paparnya.

Menurut Desy, pihaknya kini mendorong pemerintah daerah (Pemda), baik itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau maupun Pemko Batam untuk memperbanyak kendaraan dinas yang menggunakan BBG. Namun, lantaran mahalnya harga konverter kit yang satu unitnya bisa mencapai sekitar Rp 15 juta, maka pihaknya mengusulkan agar pemda untuk meminta tambahan ke Kementerian ESDM.

“Apalagi kalau mau menyukseskan Batam sebagai kota gas, maka peralihan ke gas ini harus diperbanyak,” ujarnya.

Jika nantinya terjadi peningkatan permintaan gas bumi seiring bertambahnya pengguna BBG, baik untuk trasnportasi, rumah tangga, industri maupun komersial lainnya, pihaknya menyatakan siap membangun SPBG baru lagi.

“Rencana ada penambahan dua unit lagi,” sebutnya.

Desy menambahkan, sosialisasi pembagian konverter kit oleh PGN sudah sesuai dengan sejumlah aturan pemerintah. Antara lain, Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 8103.K/12MEM/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dalam Penyediaan, Pendistribusian, dan Pemasangan Paket Konverter Kit untuk Kendaraan Dinas dan Kendaraan Bermotor Angkutan Penumpang Umum Tahun 2017.

“Dengan pemakaian gas bumi, masyarakat telah berperan serta dalam menggunakan energi baik yang lebih ramah lingkungan, aman, dan efisien. Apalagi penggunaan BBG dapat menghemat pengeluaran bahan bakar sebesar 20-40 persen,” jelasnya.

Selain konverter kit, PGN juga berupaya memperluas penggunaan dan pemanfaatan gas bumi ke masyarakat di Batam. Desy mencontohkan, PGN baru saja membangun dan mengoperasikan 4.000 sambungan gas rumah tangga. Total pelanggan PGN di Batam mencapai sekitar 4.700 pelanggan, yang tersebar dari pelanggan rumah tangga, industri, komersial dan pembangkit listrik.

“Saat ini gas bumi sudah bisa digunakan ibu rumah tangga untuk memasak kebutuhan sehari-hari di daerah Batuaji. Kami juga memasok ke industri dan usaha komersial seperti hotel, restoran, usaha laundry dan banyak lagi,” katanya. (rna)