batampos.co.id – HMD Global selaku pemegang lisensi Nokia resmi meluncurkan tiga produk terbarunya yang berbasis android di Jakarta, Kamis (14/9). Tiga android Nokia itu adalah Nokia 3, Nokia 5, dan Nokia 6. Semuanya diproduksi di PT Sat Nusapersada Tbk, Batam.

“Hari ini, Nokia kembali ke Indonesia. Ini realisasi janji kami untuk masyarakat Indonesia,” ujar Mark Trundle, Country Manager HMD Indonesia, saat acara peluncuran di Jakarta, kemarin.

Mark menjelaskan, sistem operasi berbasis android yang disematkan di smartphone 4G Nokia itu kinerjanya jauh lebih baik. Pengguna akan selalu menerima update secara berkala untuk semakin meningkatkan performa gawai cerdas tersebut.

“Agustus ini perangkat Nokia 3, 5, dan 6 akan menerima pembaruan Android O dari Google Pixel,” ungkap Mark.

Selain sistem operasi berbasis android, tiga produk terbaru Nokia itu juga menonjolkan aspek disain dan penggunaan material alumunium. Tak tanggung-tanggung, Nokia menggandeng Foxconn, pabrikan yang memang ahli dalam menciptakan material aluminium. Sedangkan disain menggandeng mitra lokal, PT Tata Sarana Mandiri (TSM).

Secara detail, Mark memaparkan spesifikasi tiga android Nokia tersebut.

Nokia 3

Pertama, Nokia 3. Gawai cerdas ini memiliki layar 5 inchi beresolusi HD. Lengkap dengan pelindung layar, Gorilla Glass 2,5D.

Nokia 3 memiliki prosesor quad core MediaTek MT 6737. Dilengkapi RAM 2 GB, memori internal 16 GB, dan bisa ditingkatkan kapasitasnya melalui slot microSD yang tersedia.

Untuk urusan baterai, Nokia terkenal tangguh sejak dulu. Nah, di Nokia 3 ini, disematkan baterai dengan kapasitas 2.650 mAh.

Sementara untuk urusan pengambilan foto, Nokia 3 dilengkapi kamera depan dan belakang 8 megapixel. Dipastikan hasil jepretan menggunakan Nokia 3 lebih jernih.

Kedua, Nokia 5. Bentang layarnya sedikit lebih lebar dari Nokia 3, yakni 5,2 inchi. Resolusinya mencapai 720P. Pelindung layar juga sama, Gorilla Glass 2,5D.

Prosesornya menggunakan octa core Snapdragon 430. Sementara RAM-nya lebih besar, 3 GB. Memori internalnya sama dengan Nokia 3, yakni 16 GB dan dapat ditingkatkan melalui slot microSD.

Soal bodi, Nokia 5 dibalut metal. Dilengkapi dengan baterai berkapasitas lebih besar lagi, yakni 3.000 mAh. Kamera belakangnya 13 megapixel. Kamera depan 8 megapixel. Nokia 5 juga dilengkapi pemindai sidik jari untuk keamanan.

Ketiga, Nokia 6. Spesifikasinya lebih tinggi dari Nokia 3 dan 5. Bentang layarnya saja 5,5 inchi dengan resolusi full HD 1080p. Layar juga dilindungi Gorilla Glass 2,5D.

Dalamannya, Nokia 6 dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon 430 dengan RAM 4 GB. Kapasitas penyimpan internal juga lebih besar, 64 GB.

Menariknya, Nokia 6 dibekali dual amplifier. Perangkat ini mampu menghantarkan suara 6dB yang lebih keras. Juga dilengkapi Dolby Atmos yang membuat performa audionya menjadi lebih baik dan nyaman.

Soal kamera, Nokia 6 dilengkapi kamera belakang beresolusi 16 megapixel. Kamera depan 8 megapixel. Sementara baterainya, sama dengan Nokia 5, berkapasitas 3.000 mAh. Lebih tahan lama.

Mark pun membocorkan kapan masyarakat Indonesia sudah bisa memiliki trio android Nokia itu. Nokia 3 sudah bisa diperoleh di pasaran mulai 3 Oktober mendatang. Harganya mendekati Rp 2 juta. Tepatnya sekitar Rp1,89 juta.

Sedangkan Nokia 5 dan 6 baru bisa diperoleh di pasaran juga pada Oktober. Namun tanggalnya Mark belum mau menyebutkan. Begitupun harganya.

“Nanti diinformasikan,” katanya.

Harga Saham Naik

Peluncuran Nokia berdampak dengan melonjaknya harga saham PT Sat Nusapersada Tbk di Bursa Efek Indonesia. Pada pembukaan perdagangan, Kamis (7/9), harga saham emiten berkode PTSN ini langsung melejit 34,5 persen menjadi Rp 199 per saham dan tak bisa naik lagi karena terkena aturan batas atas (auto rejection). Ini merupakan rekor harga saham tertingginya setidaknya dalam lima tahun terakhir.

Pergerakan harga saham perusahaan ini melanjutkan tren kenaikan pada hari sebelumnya, yang meningkat 17,5 persen. Jika dihitung dari harga penutupan pada 5 September lalu sebesar Rp 126 per saham, harga saham Sat Nusapersada sudah naik 58 persen. Adapun, jika dihitung sejak awal tahun ini, harga sahamnya telah meningkat 232 persen.

Direktur Utama Sat Nusapersada Abidin menyatakan, produksi ponsel pintar Nokia oleh perusahaannya dimulai pada 4 September lalu.

“Dengan adanya peristiwa itu berpotensi mempengaruhi harga efek perusahaan,” kata Abidin. Penyebabnya, Nokia adalah salah satu merek ponsel pintar ternama di dunia. Jadi, menurut dia, hal itu secara tidak langsung akan meningkatkan kepercayaan investor maupun calon investor terhadap Sat Nusapersada.

Selain itu, produksi ponsel Nokia tersebut akan berdampak positif terhadap kegiatan operasional dan kelangsungan usaha PTSN. Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Batam ini telah bermitra dengan berbagai merek elektronik besar, seperti Sony, Panasonic dan Epson. Tahun lalu, perusahaan memproduksi telepon pintar Asus Zenfone 3 yang cukup meledak di pasaran.

Pendapatan Sat Nusapersada pada paruh pertama tahun ini mencapai 42,36 juta dolar AS atau naik 9 persen dari periode sama 2016. Adapun, laba bersih perusahaan sebesar 370 ribu dolar AS atau naik 12.811 persen dengan laba bersih per saham 0,26 dolar AS. (nur/jpgroup)

 

Respon Anda?

komentar