Gambaran suasana trafik kapal di selat Singapura

batampos.co.id – Tempat kejadian perkara (TKP) Kapal Tanker Kartika Segara dengan Kapal JBB De Rong 19, sering terjadi kecelakaan laut. Sehingga perlu adanya tindakan atau solusi meminilisir hal ini.

“Tahun lalu juga ada kejadian serupa,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis (14/9).

Sehingga perlu adanya pembahasan mengenai hal itu. Sam menuturkan bahwa pembahasan untuk mencarikan solusi atas kondisi “black spot” di perairan tersebut, perlu adanya pembicaraan antar kedua negara.

“Bukan Polda Kepri, tapi lebih ke negara dengan negara,” ujarnya.

Ia mengatakan perairan tempat kejadian tabrakan tersebut, sangat sibuk dan padat. Sehingga perlu adanya solusi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Polda Kepri, kata Sam menurunkan dua kapal Pol Air untuk mencari para korban. Dan dari informasi terakhir didapatnya, tiga orang sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

“Masih dua lagi belum ketemu,” ujarnya.

Ia memperkirakan dua yang belum ketemu tersebut, baru akan ditemukan sekitar tiga hari lagi. Dan itupun nantinya berada di perairan Singapura.

“Biasanya gitu, saat ini arusnya dari selatan ke utara. Jadi paling disana (Singapura,red), walau begitu kami akan berusaha mencari diaekitar perairan Batam dan Bintan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Kapal Tanker Kartika Segara berkendara Indonesia ini bertolak dari perairan internasional menuju ke arah timur. Sedangkan kapal JBB De Rong 19, dari barat menuju perairan internasional. Tapi keduanya bertemu di posisi 01 11.12N 103 49.50E. Akibat tabrakan itu Kapal Kartika Segara mengalami penyok bagian samping dan Kapal JBB De Rong 19 terbalik. Tak ada korban jiwa dari kru Kapal Kertika Segara. Sementara itu Kapal JBB De Rong membawa 12 kru terdiri dari 11 WN China dan 1 WN Malaysia. (ska)

 

Advertisement
loading...