ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah kota (Pemko) Batam berencana akan membangun jalur lingkar atau jalur alternatif dari Tembesi, kelurahan Kibing Batuaji ke jalan utama Diponegoro, Seitamiang.

Sebagai langkah persiapan, Pemko melalui Tim Terpadu kota Batam telah menertibkan pemukiman liar yang berada di sepanjang row jalan yang akan dibangun tersebut.

Salah satunya adalah pemukiman liar yang berderet di depan kantor kelurahan Kibing yang sudah ditertibkan oleh Tim Terpadu belum lama ini.

Camat Batuaji Fridkalter penertiban pemukiman liar itu sebenarnya untuk mendukung proyek normalisasi drainase. Sebab selama ini drainase utama yang ada di depan kantor kelurahan Kibing itu sudah dipenuhi dengan bangunan liar.

Imbasnya drainase utama itu tak berfungsi normal sehingga setiap kali hujan lingkungan depan kantor kelurahan Kibing selalu terendam banjir. Namun dilain sisi penertiban itu juga untuk mendukung wacana Pemko Batam untuk membangun jalur lingkar dari Tembesi ke Seitemiang.

“Itu juga akan dibangun jalan tembus Seitemaing nantinya. Pengerjaan di lapangan sekarang tidak saja fokus pada normalisasi drainase tapi juga meratakan lahan yang akan dijadikan jalan,” ujarnya, Jumat (15/9).

Rencana pembangunan jalur lingkar itu, bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalan utama R Suprapto Batuaji. Jika jalan utama tersebut mengalami gangguan, maka warga bisa menggunakan jalur alternatif tersebut.

“Itu baru wacana, kalau realisasinya belum tahu,” kata Fridkalter.

Pantauan di lapangan, lokasi yang sudah ditertibkan dari pemukiman liar itu tampak luas dan lebar. Drainase utama yang semula sempit akibat tersumbat sampah dan tanah kini sudah dikeruk dan terlihat lebar. Saat hujan mengguyur Batam, kemarin pagi, jalur jalan menuju perumahan Tembesi Raya tidak lagi tergenang banjir seperti sebelumnya. Air yang mengalir dari jalan raya ataupun pemukiman warga bisa tertampung dengan baik di dalam drainase tersebut.

Sejumlah alat berat dan pekerja juga terlihat masih sibuk di sepanjang lokasi drainase itu. Selain mengorek drainase, alat berat juga terlihat sibuk meratakan tanah yang ada di pinggir drainase untuk dijadikan jalan lingkar.

Beberapa pekerja yang ditemui di lapangan,menuturkan hal yang sama. Proyek yang dikerjakan itu bukan saja untuk normalisasi drainase tapi juga meratakan tanah untuk dijadikan jalan lingkar.

“Kebetulan proyek ini di lokasi yang sama, jadi sekalin bereskan jalur untuk jalan itu. Pengerjaan saat ini masih sebatas perataan jalur jalan dan normalisasi drainase saja,” kata Paiman, salah seorang pekerja.

Penertiban pemukiman liar, normalisasi drianase serta rencana pembangunan jalur alternatif tersebut disambut baik masyarakat di sekitar. Untuk drainase warga berharap agar secepatnya dirampungkan dengan membangun batumiring agar tidak cepat rusak. Begitu juga dengan jalan secepatnya direalisasikan sehingga ada jalur alternatif bagi warga di sana.

“Biar kalau ada gangguan di jalan utama (R Suprapto). Kami bisa lewat jalur alternatif ini. Selama ini memang cukup sulit kalau mau ke Sekupang dan jalan Batuaji macet atau banjir kami harus mutar jauh melalui Baloi,” ujar Arsad, warga Tembesi Raya. (eja)

Advertisement
loading...