batampos.co.id – Bintan mengalami kekurangan ribuan tenaga pendidik, namun belasan guru yang mengajar di daerah pedesaan di Bintan justru┬ámengajukan surat pindah
ke kota. Mereka memilih Batam, Tanjungpinang dan Karimun sebagai
tempat baru untuk mengajar.

Iklan

“Ada 14 orang tenaga pendidik yang meminta pindah, tapi tidak satu pun
yang kita beri rekomendasi,” kata Kadis Pendidikan Bintan Tamsir
kepada Batam Pos, kemarin.

Beragam alasan disebutkan, mulai dari ikut orangtua, menjaga orangtua
yang sakit sampai mengikuti suami yang pindah tugas. Namun dinas tetap
tak memberikan izin.

Menurut Tamsir Bintan masih mengalami kekurangan sekitar 1.400 orang
tenaga pendidik. Menutupi kekurangan, ribuan tenaga pendidik berstatus
honor diberdayakan dan mereka menerima insentif setiap bulan. “Buat
insentif

guru honor telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 14 miliar,” sebutnya.
Masih menurut Tamsir, sebenarnya kekurangan guru di Bintan sangat
akut. Dalam setahun terdapat 20 hingga 30 tenaga pengajar memasuki
masa pensiun. Sementara itu beberapa tahun belakangan tidak dibuka
penerimaan calon pegawai negeri sipil buat formasi tenaga pendidik.

“Jika disetujui pindah ke kota, akan menambah masalah baru bagi kita,” katanya.

Dinas juga melakukan mutasi tenaga pendidik di tingkat kecamatan se
Bintan. Ini dilakukan sebagai penyegaran dan pemerataan tenaga
pendidik.

“Pendistribusian tenaga pengajar Bintan belum merata.
Sebagian sekolah kelebihan tenaga pengajar, sedangkan sebagian sekolah
justru kekurangan,” tukasnya. (cr21)