batampos.co.id – Proses penerbitan dokumen perizinan lahan terus berjalan. Meskipun didera sejumlah kendala seperti banyaknya dokumen awal yang hilang, tapi Badan Pengusahaan (BP) Batam mengklaim semuanya sudah berjalan dengan lancar.

“Untuk Izin Peralihan Hak (IPH) hingga saat ini sudah ada 9064 berkas masuk dan 6336 telah selesai,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Jumat (15/9).

Sedangkan IPH yang masih dalam proses berjumlah 2265 dokumen. Permohonan yang ditolak ada 100 dokumen dan faktur yang belum dibayar ada 363 dokumen. Kemudian untuk dokumen endorse UWTO, sejak Januari hingga Agustus sudah ada 326 berkas masuk dan semuanya selesai.

Begitu juga dengan dokumen legalisir. Dari periode Januari hingga saat ini sudah ada 135 berkas masuk dan semuanya sudah selesai. Selanjutnya adalah dokumen pengganti. Berkas masuk berjumlah 135 dan 96 dokumen telah selesai.

Untuk semakin mempermudah penerbitan dokumen perizinan lahan, maka BP Batam mengembangkan aplikasi Natadoc dan Geographical Information System (GIS) untuk memudahkan penyimpanan data. GIS merupakan sistem yang memetakan lahan dan Natadoc yang menyimpan arsipnya. Ketika suatu saat datanya dibutuhkan, maka petugas BP Batam tinggal melihatnya di Natadoc.

“Kedua sistem ini diintegrasikan . Dan tiap tiga bulan sekali kami akan petakan lahan dengan drone untuk mendapatkan data akurat,” ungkapnya.(leo)

 

Respon Anda?

komentar