batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rahmadi mengatakan, profesi seorang bidan sangat membantu dalam persalinan ibu dan bayi saat melahirkan. Sehingga, bisa menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Sebab, saat ini angka kematian ibu saat melahirkan relatif cukup besar, pada tahun 2017 hingga bulan September ini sudah tercatat ada sembilan ibu yang melahirkan meninggal dunia. Sedangkan, bayi mencapai 45 orang yang meninggal dunia dari 120 angka kematian bayi tahun ini.

”Ya kalau bisa ibu dan bayi bisa ditekan angka kematiannya. Melalui organisasi IBI Karimun inilah, agar bidan bisa lebih profesional lagi,” jelas Kadinkes Karimun Rahmadi, Sabtu (17/9).

Sebab, di Dinas Kesehatan Karimun sendiri, pegawai yang paling banyak adalah bidan mencapai 221 baik ASN maupun kontrak termasuk PTT dan bidan Desa. Sedangkan target untuk menekan angka kematian ibu maksimal 13, kemudian untuk bayi 120 di tahun ini. Kalau dilihat angka kematian bayi sesuai dengan standar Nasional 24 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan di Karimun 18 per 1000 kelahiran hidup. Artinya, Karimun untuk menekan angka kematian bayi masih cukup baik.

”Faktor kematian ibu saat melahirkan salah satunya efek geografi,” jawabnya.

Sedangkan, kebutuhan bidan desa di kabupaten Karimun saat sudah mencukupi. Artinya, disetiap Desa sudah ada bidan yang dapat melayani ibu hamil maupun bayi. Dan tidak tertutup kemungkinan, ada penambahan bidan desa di kemudian hari nantinya. Karena, sesuai dengan aturan satu desa satu bidan.

”Bisa kita tambah bidan desa nantinya, karena pertimbangan geografi tertentu bisa ditambah. Sekarang, bidan desa sudah kita angkat menjadi ASN dan ditugaskan di Desa,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua IBI Karimun Yeli memberikan tawaran kepada Pemkab Karimun agar membentuk Duta KB dan Duta Kespro dalam membantuk pelaksanaan kampung KB.

” Itu baru wacana. Paling penting adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan bayi bagi bidan-bidan yang bernaung di IBI Karimun,” ujarnya.

Dan ditahun 2017 ini jumlah bidan sudah mencapai 330 orang yang tersebar di 12 kecamatan di kabupaten Karimun. Salah satu untuk meningkatkan profesional bidan adalah melanjutkan sekolah minimal D4 yang telah diusulkan ke Pemkab Karimun.(tri)

 

Respon Anda?

komentar