Iklan
Nurdin Basirun. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyampaikan maaf kepada masyarakat Batam setelah menyetujui kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen. Meski keputusan yang diambilnya berat, namun dilakukan untuk kebaikan bersama.

Iklan

“Saya mohon maaf, memang terpaksa saya naikkan,” ujarnya kepada Batam Pos seusai menghadiri acara di Tanjunguban, Minggu (17/9) kemarin.

Masalah tarif listrik, diakuinya telah lama dipelajari. Memutuskan
naiknya tarif listrik di Batam, dinilainya membutuhkan proses yang panjang meski akhirnya harus dilakukan mengingat PLN tidak lagi sanggup mengelola listrik
dengan tarif lebih murah dari nasional.

“Daerah lain contohnya di Belakang Padang tarifnya jauh lebih mahal dari Batam,” katanya.

Maka itu, ia meminta pengertian masyarakat atas kondisi listrik di
Batam. Jika dibiarkan, bukan saja masyarakat yang akan menanggung rugi
akan tetapi sektor lain akan terimbas dampaknya.

“Dari pada (PLN) mati, akhirnya akan berdampak ke semua (sektor) dan kita
akan rugi lebih besar,” menurutnya.

Dengan kondisi saat ini, ia mengajak masyarakat, tidak hanya di Batam
tapi di kabupaten kota lain di Kepri agar menghemat menggunakan alat
elektronik yang memerlukan konsumsi listrik. Selain itu apabila keluar
rumah sebaiknya mematikan kontak listrik yang tak perlu. “Matikan AC
saat tidak digunakan akan irit,” sarannya. (cr21)