batampos.co.id – Mobil Ahars SUlaiman, staf khusus Guburnur Kepri Kepri, dirusak orang tak dikenal, Jumat (15/9) malam.

Saat itu mobil tersebut parkir di garasi rumah Ahars, di kawasan Citra Batam, Batamkota.

Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus mengaku pihaknya sudah menerima laporan kejadian.

”Keponakan Ahars yang buat laporan. Ini kami sedang minta keterangannya,” ujarnya, kemarin sore lewat ponselnya.

Menurut Firdaus, dari keterangan keponakan Ahars, tak ada barang-barang yang hilang dari mobil. Hanya saja terjadi perusakan dari orang-orang yang tak dikenalnya. Firdaus menuturkan saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan mencari pelakunya.

“Anggota Polsek sudah turun ke TKP. Kami juga akan mengumpulkan keterangan saksi lainnya dan bukti-bukti,” tuturnya.

Informasi di lapangan, Jumat (15/9) malam, ada orang tak dikenal melakukan perusakan kendaraan milik Ahars. Beberapa saat setelah memukul bagian bodi dan kaca mobil, pelaku langsung kabur.

Saat kejadian berlangsung Ahars sedang tak berada di rumah. Dia menghadiri acara pernikahan keponakannnya di Jakarta.

Namun masih belum ada konfirmasi dari mantan ketua pemenangan Sani dan Nurdin ini. Beberapa kali di telpon, belum diangkat.

Sementara itu, pengacara Gubernur Kepri Andi Asrun mengatakan, dirinya sangat prihatin atas tindakan teror yang menimpa Ahars. Andi justru menganggap teror itu terkait dengan pemilihan wakil gubernur Kepri yang tahapannya sedang berjalan saat ini di DPRD Kepri.

”Saya berharap Pak Ahars tidak kendur niatnya untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan,” tulis dia di pesan lewat ponsel, kemarin.

Andi juga meminta polisi mengusut tuntas atas teror yang dialami Ahars.

”Tindakan teror adalah tindakan pengecut. Hanya manusia tidak beragama dan tidak Pancasilais yang mau melakukan teror. Bila ada pihak2 yang tidak sepaham dengan pandangan Pak Ahars terkait Pemilu Calon Wagub seharusnya dihadapi dengan gagasan juga. Jangan nalar kritis dihadapi dengan tindakan premanisme,” bebernya.

Andi juga meminta agar kepolisian menangkap pelaku teror dan otak intelektual di balik teror terhadap Pak Ahar Sulaeman tersebut. (atm/ska)

Respon Anda?

komentar