Pelabuhan Pelni Pulau Midai Natuna. F. Aulia/Batam Pos.

batampos.co.id – Pelabuhan Laut Midai Natuna sudah selesai dibangun. Namun kapal Pelni belum merapat.

Iklan

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, secara fisik pelabuhan Pelni di Pulau Midai sudah selesai. Namun pihak Pelni masih memiliki kelengkapan sarana labuh.

Dikatakan Iskandar, kontrak pembangunan lanjutan sarana pelabuhan pelni Midai sampai September mendatang. Pelabuhan utama sudah selesai, tinggal menyelesaikan fasilitas penunjang, seperti musala dan kantin.

“Tahun ini keseluruhan fisik sarana pelabuhan Pelni Midai sudah selesai. Namun pihak Pelni belum bisa merapat, karena minta dilengkapi fasilitas labuh kapal,” kata Iskandar saat meninjau pelabuhan Pelni midai, Minggu (17/9).

Diakui Iskandar, dalam pembangunan pelabuhan Pelni Midai memang belum dilengkapi fasilitas penunjang pelabuhan. Yakni rambu laut kolam bandar dan tangga penumpang.

“Sebelum ada fasilitas rambu laut dan tangga ini kapal Pelni belum bisa merapat, karena alurnya juga sempit,” ungkap Iskandar.

Pelabuhan Pelni Midai ini dibangun sejak tahun 1993. Namun belum bisa difungsikan. Sehingga tahun 2013 dilanjut untuk menambah panjang pelabuhan dan selesai tahun 2017.

Kelengkapan fasilitas pelabuhan ini kata Iskandar, sangat penting. Dan di Midai dibutuhkan dua rambu laut. Dan secara keseluruhan terdapat 40 titik rambu laut yang perlu dilengkapi di Natuna.

“Kelengkapan rambu laut ini akan diusahakan dianggarkan dari APBD, karena beberapa lokasi di Kecamatan perlu dilengkapi rambu laut,” sebut Iskandar.

Dikatakan Iskandar, di pelabuhan Pelni Midai ini. Nanti setelah beroperasi akan efektif selama tujuh bulan. Karena adanya perubahan musim angin. Antara musim angin Utara dan angin Selatan.

“Sekarang penumpang pelni dari Midai masih uji nyali ketika transit tengah laut dari pompong nelayan. Apalagi lagi musim angin kencang. Pemerintah juga akan membantu ide jakcet setiap pompong penumpang,” ujar Iskandar.(arn)