Sejumlah pegawai mengikuti upacara di kantor Walikota Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Berdasarkan data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) 2015, terungkap ada sebanyak 766 Aparatur Sipil Negara (ASN) Tanjungpinang, belum memiliki hunian pribadi. “Untuk 2017 ini kami prediksi perubahan justru terjadi peningkatan meski tak signifikan,” ujar Ketua Bapertarum-PNS, Sugiarto, Senin (18/9) kemarin.

Sugiarto lantas menyatakan, waktu membeli rumah yang terbaik adalah saat ini. Yang mana mengartikan pembelian rumah lebih cepat merupakan langkah yang lebih baik. Dikarenakan harga rumah yang terus meninggi setiap tahun.

Alternatif yang bisa dilakukan yakni mengambil rumah subsidi, yang ditawarkan menjadi solusi bagi kalangan yang belum memiliki hunian. “Sebagai gambaran, untuk tahun ini harga rumah subsidi di Kepri senilai Rp 129 juta. Sementara 2018 nanti, rumah subsidi ini sudah dibanderol Ro 136 juta,” ungkap Sugiarto.

Melihat kondisi kesejahteraan para pegawainya, Lis mengaku tak tutup mata. “Sebagai pimpinan daerah tentu kami tak hanya menuntut. Hal-hal seperti ini juga menjadi perhatian kami,” tutur Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, kemarin.

Upaya untuk membangun rusunawa bagi para pegawai yang belum memiliki hunian, sebenarnya sempat terlintas menjadi solusi dari pemko. “Tapi terbatas dengan lahan yang tak begitu luas,” imbuhnya.

Maka rumah subsidi bagi para PNS menjadi salah satu solusi yang bisa ditawarkan. Selain itu, Lis juga menuturkan bahwa kerjasama dengan pihak ketiga dapat menjadi solusi lainnya. “Harapannya, dengan teman-teman dari REI misalnya, agar dapat membantu memfasilitasi rumah pertama pegawai ini,” pungkas Lis. (aya)

Advertisement
loading...