ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri merilis kasus kejahatan konvensional, trans nasional dan kekayaan negara mengalami kenaikan sepanjang Agustus, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Disebutkan kasus kejahatan konvensional naik sebesar 19 persen, trans nasional 27 persen dan yang berkaitan dengan kekayaan negara naik 50 persen.

Sehingga Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian meminta jajarannya melakukan antisipasi dan memperbaiki perilaku kedinasan mereka. Sehingga sepanjang September hingga akhir tahun, kasus-kasus yang menganggu kamtibmas dapat diminimalisir dan dicegah.

“Kasus kejahatan konvensional naik 43 kasus (perbandingan data Agustus dengan Juli,red),” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Senin (18/9).

Sepanjang Juli, Polda Kepri mencatat sebanyak 225 kasus kejahatan konvensional. Lalu Agustus, ada sebanyak 268 kasus. Kasus konvensional ini mencakupi mulai dari pencurian dengan pemberatan, penganiyaan, pencurian kendaraan bermotor, penggelapan, pencurian biasa, pencurian dengan kekerasan, penipuan, perjudian, cabul hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara itu kejahatan transnasional atau lintas negara, naik sebanyak 7 kasus. Tercatat kasus yang meliputi seperti perdagangan manusia, penyelundupan obat-obat terlarang, sepanjang Juli 26 dan Agustus 33. Kasus terhadap kekayaan negara, seperti korupsi, penambangan ilegal dan penangkapan ikan secara ilegal, sepanjang Juli tercatat 2 kasus, dan Agustus 4 kasus.

“Naik 2 kasus. Ditpolairud juga telah menangani 34 kasus pidana dari Januari hingga Agustus. 16 kasus diserahkan ke intansi terkait (Beacukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri,red),” tutur Sam.

Melihat grafik kasus ini, Sam meminta jajaranya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Provinsi Kepri. Untuk mengantisipasi peredaran narkoba, Sam menuturkan pihaknya melakukan operasi mandiri kewilayahan, dengan sandi Antik Seliki 2017 yang diselenggarakan dari 31 Agustus hingga 19 September.

“Sasarannya narkoba,” ujarnya.

Tak hanya mengawasi eksternal saja. Sam juga mengawasi internalnya. Ia meminta kepada jajaranya agar tidak tersangkut dalam masalah narkoba, atau aksi kriminal lainnya.

“Hendaknya polisi menjadi teladan baik bagi masyarakat, untuk memelihara keamanan dan ketertiban,” tuturnya.

Polisi yang terlibat narkoba dan kriminal bakal ditindak tegas. Namun polisi yang berprestasi, akan diberikan ganjaran yang penghargaan. Sam telah memilih tiga orang polisi sebagai teladan penggereak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik. Dan tiga orang ini harus menjadi contoh positif bagi seluruh personel Polda Kepri.

Tiga orang tersebut yakni Bripda Galuh Mustika, Bripka Doni Permana dan Brigadir Romizona.

“Ketiga memiliki tingkat kecintaan dan kebanggan sebagai anggota Polri. Pelayanan mereka dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar