batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi terkesan tak peduli dengan penahanan mantan Kasatpol PP Kota Batam Hendri oleh penyidik Polresta Barelang. Menurutnya, Hendri haruslah bisa mempertanggungjawabkan perbuataannya sendiri.

“Apa yang ditanam itu yang dituai. Jadi siapa yang berbuat itulah yang bertanggungjawab,” tegas Rudi santai usai peninjauan jalan layang di Simpang Jam, Senin (18/9) pagi.

Bahkan, Rudi enggan menjabarkan apakah Pemko memberi bantuan hukum terhadap kasus Hendri. Namun dikatakannya, saat ini Hendri sudah tidak ditahan.

“Bukannya Hendri sudah keluar. Yang lain jangan ditanya,” terang Rudi lagi.

Sementara Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengaku tak terlalu paham dengan kasus yang menjerat Hendri. Ia hanya mendapat informasi Hendri ingkar janji terhadap seorang pengusaha properti. Dimana, pengusaha bernama Alex itu telah memberi sejumlah uang untuk pengusuran tanah di Tanjunguma. Namun hingga kini lahan tersebut tak digusur.

“Saya kurang paham. Namun setahu saya dia dituntut karena dianggap tak komit dengan janji dengan pengusaha bernama Alex,” terang Amsakar.

Karena ingkar janji, maka kasus yang menjerat Hendri bisa dikatakan perdata. Disinggung mengenai kenapa Hendri ditahan, Amsakar pun kurang paham.

“Setahu saya itu perdata. Tapi tanya BKD lah supaya saya tak keliru,” kata Amsakar.

Disisi lain Amsakar juga menjelaskan jika kasus Hendri tak menjadi ancaman untuk status PNS mantan Satpol PP tersebut. Hal itu dikarenakan Hendri tidak melakukan korupsi.

“Yang mutlak berhenti itu adalah korupsi. Dulunya memang ada batasan ancaman hukuman sekian tahun. Kalau sekarang yang korupsi langsung ‘Shadaqallahul Adzim’,” imbuh Amsakar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Batam, M Sahir belum bisa dikonfirmasi terkait status Hendri. (she)

Respon Anda?

komentar