Walikota Batam Muhammad Rudi bersama Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad dan Muspida melakukan peninjauan proyek pembangunan Flyover di Simpang Jam Baloi, Senin (18/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) melakukan pengecoran terakhir pembangunan jalan layang (flyover) Simpang Jam, Batam, Senin (18/9). Pembangunan jalan layang (flyover) ini sudah mencapai 91,3 persen dan diperkirakan akan rampung pada akhir Desember mendatang.

Dalam kesempatan itu Rudi kembali mengutarakan harapannya agar jalan layang (flyover) dilengkapi dengan taman pada bagian bawahnya. Juga lampu penerang jalan dan ornamen khas Melayu di setiap sisi jembatan. Sedangkan untuk nama Flyover itu sendiri, Rudi mengusulkan nama Laluan Madani.

“Flyover ini merupakan kebanggaan warga Batam. Begitu flyover ini selesai, Batam akan menjadi semakin cantik. Ibarat orang yang sudah lama tidak didandani dan sekarang didandani maka akan bagus dan cantik,” ujar Wako penuh semangat, kemarin.

Rudi menjelaskan, pembangunan jalan layang (flyover) juga sebagai salah satu langkah Pemko Batam untuk meningkatkan sektor pariwisata. Ditambah dengan akan dibangunnya 25 kilometer jalan tol di Batam sesuai dengan keputusan Presiden. Wako mengungkapkan, jalan tol itu akan dibangun dari Batuampar-Muka Kuning-Bandara Hang Nadim.

Sementara sepanjang tahun ini, Rudi mengklaim Pemko Batam sudah menyelesaikan pembangunan untuk wilayah Batam timur. Pembangunan akan dilanjutkan pada 2018 mendatang dengan fokus pembangunan infrastruktur dan jalan.

“Jika pelebaran jalan sudah dibuka, artinya 2019 akhir semua jalan sudah terkoneksi dengan jalan layang (flyover). Jika sudah selesai maka pariwisata bisa melonjak, target wisatawan asing tiga juta per tahun bisa tercapai,” ujarnya penuh antusias.

Rencananya, jalan layang (flyover) Simpang Jam akan diresmikan Presiden Joko Widodo bersamaan dengan persemian mal perizinan pada November mendatang. Namun karena pembangunan flyover diperkirakan baru selesai awal Desember, Rudi belum memastikan soal rencana peresmiannya.

Terpisah Koordinator Pembangunan jalan layang (flyover) Simpang Jam dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Fahmi, mengatakan sesuai kontrak, harusnya proyek Flyover Simpang Jam rampung per 17 November 2017. Namun karena ada tambahan taman, lampu, dan ornamen khas Melayu, maka pembangunannya diperkirakan akan molor hingga Desember.

“Sesuai permintaan Pemko nanti akan kita lakukan penataan taman bagi pejalan kaki. Untuk bagian atas akan kita bangun lampu jalan, untuk warnanya hitam dan kuning. Pada bagian dinding akan dibuat ornamen Melayu berbahan GRC,” jelasnya.

Rencananya, untuk mengatasi kemacetan di Kota Batam, selain pembangunan Flyover Simpang Jam ke depan juga akan dibangun jalan layang (flyover) di Simpang Kabil, Simpang KDA, Simpang Telaga Punggur, dan Simpang Bandara.

Untuk diketahui, panjang jalan layang (flyover) Simpang Jam yang dibangun saat ini mencapai 165 meter dengan lebar 32,2 meter. Pembangunan oprit atau timbunan tanah seluas 258 meter dengan lebar 32,2 meter dan pembangunan jalan samping sepanjang 1.750 meter. (*)

Respon Anda?

komentar