Pencari kerja  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Permintaan pembuatan kartu AK1 atau kartu pencari kerja di Kecamatan Sagulung meningkat. Staf Pelayanan surat pindah Kecamatan Sagulung, Junita Silaban mencatat ada sekitar 400 berkas pembuatan Ak1 selama bulan Agustus.

Iklan

“Bulan Juli hanya 300 pemohon saja. Sementara bulan ini belum direkap,” ujar Junita, Senin (18/9).

Rata-rata setiap hari, ia bisa menerima 15 hingga 30 pemohon. Pemohon tersebut didominasi oleh pendatang baru. Namun, tidak sedikit juga mereka yang sudah lama menetap di Batam yang memperpanjang masa berlaku kartu tersebut.

“Akhir-akhir ini banyak lowongan, jadi mereka ramai mengurus kartu kuning,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam juga mencatat ada sekitar 500 AK1 atau kartu pencari kerja yang telah dikeluarkan dari Juli-Agustus 2017. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Kota Batam, Syafrialdi, mengatakan itu baru data pencari kerja yang memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) luar Batam dan KTP-nya yang tengah dalam proses.

“Pemohon memang cukup banyak, biasa saya tandatangan sekitar 100 kartu satu hari dan itu langsung habis,” katanya

Sementara itu, tak hanya Ak1, warga Sagulung juga ramai memohon surat pindah domisili di kecamatan tersebut. Dalam sebulan Kecamatan Sagulung mencatat sekitar 300 berkas pemohon.

“Dalam sehari ada sekitar 10 hingga 15 pemohon,” sebut Junita.

Dia mengatakan warga Sagulung yang mengajukan surat pindah tujuannya ke berbagai wilayah lain di Indonesia. Yang paling banyak adalah daerah Sumatera dan jawa. Menurut Junita, ada berbagai faktor warga Sagulung memilih untuk pergi dari Batam, salah satunya tak punya pekerjaan di Batam.

“Mereka yang masih lajangpun banyak yang pulang kampung. Alasannya belum mendapatkan pekerjaan di Batam,” kata perempuan berjilbab ini. (cr19)