Pipa dan tabung air yang terpasang di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sembari menanti kajian tarif SWRO yang bakal diberlakukan, Pemko Tanjungpinang telah memperkirakan rencana peluncuran SWRO.

”Harapan kami tepat di Hari Jadi Tanjungpinang pada Januari mendatang, SWRO juga dapat kami launching. Ini bisa terealisasi jika kajiannya bisa kami terima tepat waktu,” ujar Sekda Tanjungpinang, Riono, Senin (18/9).

Belum adanya kajian penetapan tarif SWRO, tak hanya menjadi satu-satunya kendala. Riono mengungkapkan belum adanya perwako yang mengatur proses pendaftaran, penetapan tarif, dan beberapa mekanisme lainnya, juga menjadi kendala lain. “Dan terakhir pemenuhan syarat yang mengharuskan adanya KUPT. Dan KUPT ini dari kalangan pejabat,” sambung Riono.

Sementara untuk melantik KUPT, Pemko masih harus menanti restu Mendagri. Namun dipastikan Riono, meski belum melangsungkan pelantikan tersebut, seluruh SDM yang dibutuhkan untuk mengusi UPTD telah disiapkan dan telah melalui pelatihan.

Terpisah, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah memastikan tarif yang sedang dalam proses kajian analisa satker Kementerian PU dan konsultan, tak melebihi angka Rp 16.000. “Yang pasti, semakin banyak yang mendaftar menggunakan SWRO. Semakin murah pula harganya,” papar Lis. Hal ini lantaran biaya produksi akan terus tetap sama. (aya)

Advertisement
loading...