ilustrasi

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjelaskan rencana pembangunan sejumlah infrastruktur kepada Pemerintah China. Jembatan Batam-Bintan serta pelabuhan-pelabuhan berkapasitas besar dijelaskan menjadi potensi besar untuk diinvetasikan. Karena prospeknya cerah dan akan sangat menguntungkan semua pihak.

“Kabari ke investor dari China, banyak peluang investasi yang menjanjikan di Kepulauan Riau. Kepri membutuhkan investasi di sektor infrastruktur, pariwisata dan kemaritiman,” kata Nurdin saat Courtesy Call Konsulat Jendral Republik Rakyat China di Medan Sun Ang, di Ruang Kerja Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (19/09).

Menurut Nurdin, banyak keunggulan yang dimiliki Provinsi Kepri sehingga segala peluang bisa diinvestasikan. Dunia pariwisata yang sedang tumbuh bisa menjadi pilihan untuk investasi.

Sektor kemaritiman, menurut Nurdin punya peluang yang sangat luas. Bisa di sektor pariwisata bahari, minyak dan gas, dan bidang perikanan.

“Kepri membuka diri kepada investor China untuk terus berinvestasi pada berbagai bidang. Kami siap membantu jika ada hambatan, regulasi akan dibuat semudah mungkin sehingga investor dari China nyaman berinvestasi di Kepri,” ujar Nurdin.

Luas wilayahnya yang 96 persen merupakan lautan menyimpan potensi yang besar. Pulau yang banyak, air laut yang jernih dan bersih serta karang-karang yang indah merupakan sebuah anugerah yang jika dikelola dengan baik akan memberikan sumber pemasukan bagi Kepri.

Untuk dunia usaha, Gubernur menegaskan kondisi keamanan di Kepri ini cukup kondusif, aman dan bebas dari berbagai macam ancaman. Aparat keamanan memberi perhatian besar untuk kelancaran usaha di daerah ini.

Dari segi budaya di Kepri hampir sama dengan kebudayaan China karena populasi di kepri hampir sebagin besar merupakan etnis China. Tempat ibadah, kuliner ada akan memudahkan kerja sama antar kedua pihak.

“Berwisata ke Kepri akan mendapat pengalaman lebih dan pasti ingin terus datang lagi,” kata Nurdin.

Memang laju pembangunan infrastruktur di Kepri tidak selaju China. Apalagi jika melihat pembangunan jalan, jembatan, bandara, kereta api dan infratruktur lainnya. Tapi daerah-daerah di Kepri terus membangun infrastruktur menjadi lebih baik dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

Menurut Nurdin, keberadaan Jembatan Batam-Bintan dan pelabuhan peti kemas, akan membuat ekonomi Kepri tumbuh dan berkembang semakin baik. Pihak yang berinvestasi, diyakini Nurdin akan puas dan bisa mengembangkan investasinya ke banyak sektor.

“Investor dari China pasti banyak yang berminat di sektor ini,” kata Nurdin. (bni)

 

Respon Anda?

komentar