TPA punggur menjadi satu-satunya menjadi tempat pembuangan akhir sampah di Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup meminta tambahan anggaran Rp 14 miliar di APBD 2018. Dari anggaran sebelumnya Rp 70 miliar menjadi Rp 84 miliar. Ini untuk pengadaan penunjang kinerja dan juga untuk gaji satgas di dinas lingkungan hidup.

“DLH mengusulkan ke kita kenaikan Rp 14 miliar dari anggaran yang mereka usulkan beberapa waktu lalu. Mereka mengatakan dalam anggaran sebelumnya gaji satgas hanya sampai September. Padahal harus sampai Desember,” kata anggota komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean di ruang kerjanya, Selasa (19/9).

Selain itu DLH juga mengusulkan pembelian truk pengangkut sampah sebanyak 12 unit. Masing-Masing harganya Rp 370 juta. DLH juga mengusulkan pembelian satu unit alat berat jenis Dozer dengan harga Rp 2 miliar.

“Mereka juga mengusulkan membeli amron masing-masing Rp 410 unit. Dan pengadaan bin container 20 unit masing-masing Rp 20 juta,” katanya.

Menurut Werton, usulan ini belum diputuskan DPRD dan masih akan dibahas di komisi III dan Badan Anggaran. Harapannya memang, DLH harus bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kalau ini diwujudkan, pelayanan harus lebih maksimal. Tetapi saya tegaskan, bahwa ini masih sebatas usulan dari mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dendi Purnomo mengatakan usulan kenaikan anggaran ini didasarkan pada kebutuhan. Di tanya mengenai kenapa usulan itu mendadak, beberapa saat setelah usulan pertama, Dendi tidak menjawab.

“Ini sesuai kebutuhan. Sudah banyak memang yang harus kita ganti,” katanya.

Menurutnya, saat ini ada beberapa dump truck yang sudah tidak layak jalan. Harus diganti untuk memaksimalkan pengangkutan sampah.

“Kalau saya tak salah ada 5 dumptruk yang pengadaan 10 tahun lalu. Artinya sudah tak maksimal cara kerjanya,” katanya.

Demikian dengan bin kontainer yang sudah banyak bolong. Sehingga ketika sampah diangkut, banyak air atau limbah sampah yang berceceran di jalan raya.

“Bahkan kalau bin kontainer ini menurut saya, masih sangat kurang. Harusnya, satu bin kontainer untuk satu perumahan atau RW,” katanya.

Ia berharap setiap tahun pengadaan bin kontainer ini bisa dilakukan sehingga semua perumahan warga bisa tercover. (ian)

Respon Anda?

komentar