Seorang model tampil menggunakan busana unik pada Kepri Fashion Carnival sempena Festival Bahari Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (28/10). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Hajatan pariwisata akbar milik Provinsi Kepri, Festival Bahari Kepri (FBK) Tahun 2017 akan dikemas sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri terbatas anggaran untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Memang kemampuan kita sedikit terbatas. Sehingga konsepnya akan kita kemas sedikit berbeda dengan FBK 2016 lalu,” ujar Kadispar Kepri, Buralimar di Gedung DPRD Kepri, Tanjungpinang, Selasa (19/9).

Menurutnya, meskipun dengan kemampuan yang terbatas, pihaknya tetap berupaya menyajikan yang terbaik. Terkait event-event yang digelar selama FBK nanti, pihaknya akan teruskan ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar). “Untuk lebih maksimal, kita juga mengharapkan dukungan dari Kemenpar. Yakni seperti FBK tahun 2016 lalu,” papar Buralimar.

Pejabat yang pernah bertugas di lingkungan Pemko Batam tersebut menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang terpaksa tidak dilaksanakan salah satunyab atraksi terjun payung. Masih kata Buralimar, untuk menjadikan FBK event akbar dalam mendatangkan wisatawan manca negara (Wisman) ke Provinsi Kepri, FBK tahun ini melibatkan Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan.

Di bawah kendali Pemko Tanjungpinang ada beberapa kegiatan pendukung FBK, diantaranya internasional dragon boat race, Festival Sungai Carang. Selain itu ada juga, parade mobil hias. Sementara itu, pihaknya bertanggungjawab untuk kegiatan Kepri Carnival, Parade Kapal Hias, dan puncak FBK.

“Ada banyak kegiatan yang akan kita kemas. Mulai dari 13 Oktober sampai dengan 20 Oktober mendatang. Malam puncak kita juga akan menghadirkan Wali Band,” paparnya lagi.

Dikatakannya, kegiatan FBK tahun ini tetap disejalankan dengan Sail Indonesia. Meskipun kondisi ekonomi sedang tidak stabil, pihaknya tetap punya target khusus. Yakni mendatangkan 100 kapal yacht dan 3.000 wisman. Ia berharap adanya Wali Band bisa memberikan daya tarik bagi Wisman Singapura dan Malaysia datang ke Tanjungpinang.

“Khusus untuk mendatangkan FBK, kita tetap bekerjasama dengan Bandar Bentan Telani (BBT) Bintan dan Nongsa Point Marina (NPM) Batam. Karena kedua daerah tersebut entri dan exit point kapal-kapal yacht,” tutup Buralimar.(jpg)

Advertisement
loading...