Iklan
ilustrasi F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menyoroti kinerja dinas sosial yang tak kunjung membangun Rumah Tidak Layak Huni untuk tahun anggaran 2017. Kemungkinan besar, program ini tidak akan bisa selesai tepat waktu.

Iklan

“Sekarang ini anggaran 2018 saja sudah mau diketok. Kok bisa-bisanya anggaran 2017 yang disahkan di awal tahun tak juga digunakan ini patutu dipertanyakan,” kata Sekretaris komisi IV Udin P Sihaloho, di ruang kerjanya, Selasa (19/9).

Menurut Udin, seharusnya bulan Maret atau April, program RTLH ini sudah jalan. Dan di akhir Juli harusnya sudah selesai.

“Harusnya, sebelum lebaran kemarin ini sudah selesai dikerjakan. Sekarang masih tahap lelang. Kapan lagi selesai ini,” katanya.

Menurutnya, di tahun 2016 lalu, sudah ada data jelas dari dinas sosial terkait penerima. Ini untuk mempercepat tim bekerja di lapangan.

“Tidak tahu lagi bagaimana nanti di anggaran 2018 ini. Kita berharap tepat waktu.

Anggota komisi IV lainnya, Marlon Brando meminta agar pembangunan fisik RTLH ini dipercepat. Ini penting agar pengerjaanya tidak terkesan terburu-buru.

“Kalau terburu-buru nantinya, maka akan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan,” katanya.

Kepala dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat Hasyima mengakui bahwa RTLH ini masih tahap lelang. Tetapi ia optimis, pengerjaan akan selesai tepat waktu.

“Memang masih dalam proses lelang, tetapi kita optimis akan tetap sesuai jadwal. Tidak akan terlambatlah,” katanya.

Untuk tahun 2017 ini, ada sekitar 100 rumah yang diperbaiki. Anggarannya sekitar Rp 22 juta per unit.

Sementara di tahun 2018 mendatang Pemko Batam akan memperbaiki 125 unit Rumat Tidak Layak Huni (RTLH) di Batam. 50 unit rumah di mainland, dan 125 unit lainnya di hinterland. Untuk satu rumah dianggarkan Rp 25 juta. (ian)