Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Polisi dari Kepolisian Daerah Jawa Barat sedang mencari dua warga Batam pemilik mobil mewah merek Lamborghini. Keduanya ketahuan memesan surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu dari seorang perantara di Bandung. Karena menggunakan dokumen palsu, polisi menduga mobil mewah tersebut merupakan barang selundupan.

Iklan

“Benar, ada STNK palsu untuk dua unit mobil dari Batam dari 1000 lembar STNK palsu yang kami amankan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi Batam Pos, Selasa (19/9).

Namun, Yusri -mantan Kapolres Bintan- menolak menyebutkan identitas kedua pemilik mobil mewah itu. Ia mengatakan, kasus ini sedang didalami pihak penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, yang akan berkoordinasi dengan Polda Kepri dan Bea Cukai Batam. “Tim sudah berangkat ke sana,” ucapnya.

Ia mengatakan, bila sudah menemukan dua unit kendaraan itu, pihaknya akan meminta instansi yang berwenang di Batam membawanya ke Bandung. “Untuk barang bukti, agar ditarik ke sini,” ungkapnya.

Yusri menambahkan, polisi menduga dua unit Lamborghini dengan STNK palsu itu merupakan barang selundupan. “Bisa jadi hasil penyelundupan, tapi kami masih menyelidiki hal ini,” tuturnya.

Dua STNK palsu milik warga Batam itu terungkap saat Polda Jabar menangkap tiga sindikat jaringan nasional pemalsu STNK untuk motor gede dan mobil mewah.
Dari pengakuan para pelaku, mereka sudah membuat lebih dari seribu STNK palsu pesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk motor tarifnya Rp 5 juta. Sedangkan mobil tarifnya Rp 6 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Lutfi Martadian, mengaku baru mendengar kabar ini. Terkait koordinasi yang akan dilakukan pihak Polda Jabar, ia mengatakan belum ada permintaan.

Hal senada disampaikan Bea Cukai Batam. “Kami belum mendapatkan adanya kabar atau laporan mengenai penyelundupan mobil mewah dan moge dari Singapura ke Batam. Kalaupun ternyata nantinya ada, pasti kami akan langsung menindaklanjutinya dan berkoordinasi dengan kepolisian,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan (P2) Bea Cukai Batam, Mujayin, Selasa (19/9) sore.

BC Batam sendiri, lanjut Mujayin, akan sangat terbuka menunggu kedatangan pihak kepolisian dan siap membantu kepolisan apabila ternyata dugaan mengenai penyelundupan tersebut benar adanya.

“Kami siap membantu dalam hal apapun terkait penyelundupan, apabila pihak kepolisian ingin datang ke BC Batam, misalnya hendak meminta data terkait dugaan masuknya mobil mewah yang disebut diselundupkan ke Batam. Apabila polisi nantinya sowan ke kantor BC Batam, kami siap membantu dan menunggu kapan pun,” terang Mujayin.

Ketua Bea Cukai Batam, Susila Brata, juga mengaku belum mendapatkan kabar adanya dugaan penyelundupan mobil mewah Lamborghini dan puluhan moge dari Singpaura ke Batam.

“Kalaupun ada, pasti saya sudah dikabari oleh bawahan saya. Kalau ada pasti kan kita akan langsung rilis ke semua media di Batam. Sekali lagi saya tegaskan, BC Batam belum dapat kabar hal itu,” tegas Susila Brata. (gas/ska)